19.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tekan Stunting, Kutai Timur Targetkan 100 Akseptor KB di Daerah 3T dan Transmigrasi

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPKB) Kutai Timur melakukan sosialisasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR). Program yang merupakan bagian dari Proyek Prioritas Nasional (PRO PN) ini dirancang sebagai strategi untuk menekan angka unmet need (kebutuhan KB yang tidak terpenuhi), meningkatkan partisipasi dalam program KB dan menjamin terpenuhinya hak-hak kesehatan reproduksi.

“Dengan partisipasi aktif seluruh pihak, kita dapat menurunkan angka unmet need, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam program KB secara menyeluruh. Hal ini selaras dengan visi Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” kata Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Rizali Hadi.

Menurut Rizali, fokus utama pemerintah kabupaten melalui program ini adalah memberikan perhatian khusus bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terluar, dan perbatasan (3T), serta kawasan transmigrasi. Sebagai langkah konkret, program ini menargetkan 100 akseptor baru untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang efektif dalam mencegah kehamilan tidak direncanakan.

Pendekatannya pun tidak berdiri sendiri tetapi terintegrasi dengan upaya penurunan prevalensi stunting. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan bantuan kepada 12 keluarga berisiko stunting, hasil kolaborasi antara BKKBN Provinsi Kaltim, DPPKB Kutim, dan PT. Pama Persada Nusantara.

“Melalui program KBKR Wilayah Khusus ini, kita ingin memastikan seluruh masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah 3T dan transmigrasi memiliki akses setara terhadap layanan KB. Ini adalah bentuk nyata dari keadilan sosial yang harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Untuk memperkuat layanan di tingkat fasilitas kesehatan, BKKBN Provinsi Kaltim juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa implant kit dan IUD kit kepada Rumah Sakit Umum Medika Utama Sangatta.

Kolaborasi lintas sektor dan multipihak ini diharapkan tidak hanya mencapai target program tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kutim dengan mendukung generasi yang lebih sehat dan berkualitas melalui perencanaan keluarga yang matang. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru