24 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Solid Kembali, GMNI Kutai Timur Tutup Dualisme dan Siap KONFERCAB IX

Kutai Timur – Setelah kurang lebih sembilan bulan dilanda konflik dualisme kepemimpinan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya resmi menyepakati rekonsiliasi. Kesepakatan ini menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke-IX

Rekonsiliasi tersebut mempertemukan dua kepengurusan, yakni DPC GMNI Kutai Timur yang diketuai oleh Deo Datus Feran Kacaribu dan DPC GMNI Kutim Raya yang dipimpin oleh Dimas Irawan. Keduanya sepakat untuk kembali bersatu demi membangun kembali soliditas organisasi serta mengakhiri konflik yang selama ini terjadi

Kesepakatan itu dituangkan dalam Surat Pernyataan Terbuka Nomor 001/Ist/GMNI.KUTIM/IV/2026 yang memuat empat poin utama.

Pertama, menetapkan bahwa dualisme kepemimpinan di GMNI Kutai Timur harus diakhiri melalui proses rekonsiliasi yang sah, konstitusional, dan mengikat, serta tidak memberi ruang bagi keberlanjutan kepemimpinan ganda dalam bentuk apa pun

Kedua, seluruh pihak yang terlibat diwajibkan tunduk dan patuh terhadap proses serta hasil rekonsiliasi sebagai keputusan politik organisasi yang final dan memiliki legitimasi kolektif. Ketiga, setiap bentuk penolakan, pengingkaran, atau upaya mempertahankan dualisme setelah rekonsiliasi dinilai sebagai tindakan yang bertentangan dengan disiplin dan etika organisasi

Keempat, GMNI Kabupaten Kutai Timur dinyatakan kembali sebagai satu kesatuan sejak ditandatanganinya surat tersebut. Seluruh hal yang berkaitan dengan keberlanjutan organisasi akan diselesaikan melalui musyawarah mufakat dalam waktu sesingkat-singkatnya

Ketua DPC GMNI Kutai Timur, Deo Datus Feran Kacaribu, menyampaikan bahwa rekonsiliasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan organisasi tetap solid menjelang KONFERCAB

“Menjelang KONFERCAB ke-IX, kita sepakat tidak meninggalkan konflik di akhir masa kepengurusan. Maka dari itu, kami berdiskusi panjang dengan Bung Dimas selaku Ketua DPC GMNI Kutim Raya hingga mencapai kesepakatan ini,” ujarnya usai pelaksanaan rekonsiliasi pada Selasa (7/4/2026)

Ia berharap semangat rekonsiliasi ini dapat berdampak positif terhadap penguatan kader dan arah gerakan organisasi ke depan

“Kita berharap dengan adanya semangat rekonsiliasi ini, akan selaras juga dengan semangat membangun anggota dan kader GMNI Kutim, serta menjaga api semangat gerakan kita,” tambahnya

Senada dengan itu, Ketua DPC GMNI Kutim Raya, Dimas Irawan, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga kekuatan dan keberlanjutan perjuangan GMNI

“Konsolidasi organisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga kekuatan, persatuan, dan keberlanjutan perjuangan GMNI sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan. Di tengah dinamika sosial, politik, dan tantangan zaman yang terus berkembang, seluruh kader GMNI dituntut untuk memperkuat soliditas internal, mempererat komunikasi, serta membangun kesamaan pandang dalam menjalankan garis perjuangan organisasi,” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa rekonsiliasi menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan yang berlandaskan ajaran Soekarno

“Melalui rekonsiliasi ini, setiap kader diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, disiplin organisasi, dan loyalitas terhadap cita-cita perjuangan yang berlandaskan ajaran Soekarno. Konsolidasi juga menjadi ruang evaluasi, pembenahan, dan penguatan langkah strategis agar organisasi tetap relevan dalam menjawab persoalan daerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru