Kutai Timur, Kaltimpop.com – Apple resmi merilis iPhone 16, dan Indonesia termasuk dalam daftar negara yang bisa melakukan pre-order sejak 28 Maret 2025 lalu. Tapi, di tengah hype global soal smartphone premium ini, bagaimana reaksi anak muda Kutai Timur, khususnya Gen-Z?
Lewat survei kecil-kecilan yang dilakukan Kaltimpop.com terhadap 20 anak muda Gen-Z Kutim, terlihat bahwa semua responden tahu soal kehadiran iPhone 16. Menariknya, mereka nggak langsung kalap pengen beli. Mereka justru realistis—antara mau dan mikir dua kali.
Sebagian besar responden berusia antara 17 sampai 25 tahun, kelompok yang dikenal tech-savvy dan aktif di media sosial. Saat ditanya apakah iPhone 16 menarik, 35% menjawab “sangat menarik”, 35% bilang “cukup menarik”, sementara sisanya merasa biasa saja atau bahkan nggak tertarik sama sekali.
Beberapa suara yang muncul cukup jujur dan mewakili keresahan banyak anak muda:
“Saya kurang tertarik karena lebih mementingkan kebutuhan kuliah.”
“Cukup tertarik karena kameranya bagus dan performanya makin oke.”
“Nggak tertarik karena harganya nggak masuk di kantong jajan saya.”
“iPhone cocok buat jangka panjang, jadi sebenarnya worth it.”
“Kurang suka barang mewah, jadi biasa aja sih.”
Masalah utama tentu saja di harga. Menurut data dari website iBox, harga iPhone 16 di Indonesia dibanderol mulai dari Rp12,4 juta hingga Rp22,4 juta untuk varian tertinggi. Wajar kalau 65% responden menyebut harga tersebut “terlalu mahal”, dan hanya 20% yang merasa itu “cukup terjangkau”.
Meski begitu, iPhone masih punya magnet tersendiri bagi Gen-Z. Kamera kece, gengsi sosial, dan pengaruh influencer jadi alasan utama kenapa banyak yang tetap kepengin punya, walaupun akhirnya urung beli.
Ketika ditanya, “Kalau kamu punya uang Rp23 juta, apa bakal beli iPhone 16?” Jawabannya beragam:
-
15%: Ya, langsung beli
-
20%: Mungkin, tergantung kebutuhan
-
10%: Tidak, mending beli HP lain
-
50%: Tidak, uangnya ditabung atau dipakai buat hal lain
Fakta ini menunjukkan bahwa meski iPhone 16 punya fitur canggih dan desain keren, bagi Gen-Z Kutim, smartphone premium bukan prioritas utama. Gaya hidup penting, tapi mereka lebih peduli soal realita hidup dan masa depan.
Jadi, iPhone 16 mungkin hits di kota besar, tapi di Kutim, dia masih harus bersaing dengan kebutuhan kuliah, cicilan, dan rencana masa depan anak muda yang makin sadar arah hidupnya. (pop2)


