24 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Korban Jiwa di Road 9, BEM STIPER Soroti Lambannya Respons Pemerintah

Kutai Timur — Sepekan setelah kecelakaan bus perusahaan di Jalan Road 9 yang merenggut nyawa seorang warga, gelombang protes masyarakat mulai terlihat di berbagai sudut Kota Sangatta. Sejumlah spanduk dengan beragam narasi kecaman terhadap perusahaan dan sikap pemerintah daerah yang dinilai bungkam, kini bertebaran di ruang-ruang publik.

Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur, Yogi Oktanis, menyatakan bahwa kemunculan spanduk-spanduk protes merupakan ekspresi wajar dari kekecewaan masyarakat.

“Kita tak perlu heran dengan spanduk yang bertebaran itu, karena itulah bentuk kekecewaan masyarakat, bentuk protes masyarakat, dan juga bentuk kecemasan masyarakat Sangatta,” ujar Yogi, Senin (2/2/2026).

Ia menilai, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah dalam merespons tragedi yang menelan korban jiwa tersebut. Menurutnya, pembiaran hanya akan memperbesar potensi terulangnya kejadian serupa.

“Kita harus menunggu sampai kapan? Apakah korban harus bertambah supaya pemerintah bisa melihat?” tegasnya.

Lebih lanjut Yogi menekankan bahwa persoalan keselamatan di jalan umum, khususnya yang melibatkan kendaraan operasional perusahaan, bukanlah isu sektoral, melainkan ancaman bagi seluruh masyarakat.

“Kita butuh cara kerja yang konkret dan nyata. Ini bukan soal siapa, tapi semua bisa kena. Kalau harus merenggut nyawa lagi supaya pemerintah bertindak, saya rasa semua tidak sudi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun perusahaan terkait tuntutan yang disuarakan masyarakat melalui aksi spanduk tersebut.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru