24 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BPBD Kutai Timur Resmi Operasikan WRS, Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana

KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi mengoperasikan Warning Receiver System (WRS) sebagai upaya memperkuat sistem peringatan dini bencana. Perangkat ini berfungsi menerima informasi gempa bumi dan tsunami secara cepat, sehingga menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana di wilayah Kutai Timur.
Sekretaris BPBD Kutai Timur, Zaenal Abidin, menyatakan bahwa kehadiran teknologi ini merupakan langkah krusial dalam mitigasi bencana. Menurutnya, tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesempatan untuk mengoperasikan perangkat canggih ini.
“Kutai Timur kini telah memiliki alat informasi gempa. Tidak semua daerah memiliki alat tersebut. Dengan hadirnya WRS, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi sistematik mengenai aktivitas gempa, terutama yang berdampak pada daerah kita,” ujar Zaenal saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kecepatan alat ini dalam menangkap sinyal getaran memungkinkan BPBD untuk segera mengambil tindakan respons cepat.
“Begitu ada getaran yang terdeteksi oleh sistem, akan langsung terlihat. Hal ini memudahkan kami untuk memberikan sinyal waspada kepada masyarakat dalam waktu yang sangat singkat,” tambahnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa distribusi alat ini masih sangat terbatas di Kalimantan Timur. “Hanya ada dua unit di Kutai Timur, salah satunya di kantor BPBD ini. Alat ini juga diprioritaskan untuk daerah-daerah perbatasan antarprovinsi guna memperkuat jaringan pemantauan nasional,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Masykury selaku operator alat di BPBD Kutim, menjelaskan bahwa kecanggihan sistem yang dimiliki saat ini tidak hanya terbatas pada deteksi getaran gempa. Sistem pemantauan tersebut juga mencakup analisis cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana lainnya.
“Kami memantau potensi kebencanaan di 18 kecamatan, yang mencakup 140 desa, 2 kelurahan, hingga desa persiapan. Selain getaran, kami juga mendeteksi parameter cuaca seperti curah hujan dan kecepatan angin. Dari sini, kita bisa memetakan secara presisi di manBPBD Kutai Timur Resmi Operasikan WRS, Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana
KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi mengoperasikan Warning Receiver System (WRS) sebagai upaya memperkuat sistem peringatan dini bencana. Perangkat ini berfungsi menerima informasi gempa bumi dan tsunami secara cepat, sehingga menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana di wilayah Kutai Timur.
Sekretaris BPBD Kutai Timur, Zaenal Abidin, menyatakan bahwa kehadiran teknologi ini merupakan langkah krusial dalam mitigasi bencana. Menurutnya, tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesempatan untuk mengoperasikan perangkat canggih ini.
“Kutai Timur kini telah memiliki alat informasi gempa. Tidak semua daerah memiliki alat tersebut. Dengan hadirnya WRS, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi sistematik mengenai aktivitas gempa, terutama yang berdampak pada daerah kita,” ujar Zaenal saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kecepatan alat ini dalam menangkap sinyal getaran memungkinkan BPBD untuk segera mengambil tindakan respons cepat.
“Begitu ada getaran yang terdeteksi oleh sistem, akan langsung terlihat. Hal ini memudahkan kami untuk memberikan sinyal waspada kepada masyarakat dalam waktu yang sangat singkat,” tambahnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa distribusi alat ini masih sangat terbatas di Kalimantan Timur. “Hanya ada dua unit di Kutai Timur, salah satunya di kantor BPBD ini. Alat ini juga diprioritaskan untuk daerah-daerah perbatasan antarprovinsi guna memperkuat jaringan pemantauan nasional,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Masykury selaku operator alat di BPBD Kutim, menjelaskan bahwa kecanggihan sistem yang dimiliki saat ini tidak hanya terbatas pada deteksi getaran gempa. Sistem pemantauan tersebut juga mencakup analisis cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana lainnya.
“Kami memantau potensi kebencanaan di 18 kecamatan, yang mencakup 140 desa, 2 kelurahan, hingga desa persiapan. Selain getaran, kami juga mendeteksi parameter cuaca seperti curah hujan dan kecepatan angin. Dari sini, kita bisa memetakan secara presisi di mana saja titik-titik yang masuk kategori rawan bencana,” ungkap Masykury.
Untuk memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat, BPBD Kutim telah membangun rantai komunikasi melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor. Alur ini dibuat agar tidak terjadi kepanikan akibat informasi yang simpang siur atau hoaks.
“Kami telah membentuk gugus tugas. Semua data bencana yang masuk akan diteruskan langsung ke Tim TRC Multisektor yang bersiaga di 18 kecamatan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu melakukan cross-check melalui website resmi BPBD untuk mendapatkan pembaruan kondisi kebencanaan secara akurat di Kutai Timur,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya WRS ini, BPBD Kutai Timur berharap kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana semakin solid, sehingga risiko kerugian materiil maupun korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin.saja titik-titik yang masuk kategori rawan bencana,” ungkap Masykury.
Untuk memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat, BPBD Kutim telah membangun rantai komunikasi melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor. Alur ini dibuat agar tidak terjadi kepanikan akibat informasi yang simpang siur atau hoaks.
“Kami telah membentuk gugus tugas. Semua data bencana yang masuk akan diteruskan langsung ke Tim TRC Multisektor yang bersiaga di 18 kecamatan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu melakukan cross-check melalui website resmi BPBD untuk mendapatkan pembaruan kondisi kebencanaan secara akurat di Kutai Timur,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya WRS ini, BPBD Kutai Timur berharap kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana semakin solid, sehingga risiko kerugian materiil maupun korban jiwa dapat seminimal mungkin.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru