19.2 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perumdam TTB Kutim Siap Garap Air Bersih Hingga ke Dusun Sidrap

SANGATTA – Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur Suparjan menyatakan siap jika harus segera melayani penyediaan air bersih hingga ke wilayah perbatasan Kutai Timur khususnya Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim.

“Kami siap menjalankan arahan Pak Bupati. Perluasan jaringan akan menjadi prioritas kami,” kata Suparjan dalam acara peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim.

Pernyataannya ini merespon arahan dari Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang memerintahkan segera membangun infrastruktur air bersih hingga ke Desa Sidrap.

“Saya instruksikan agar Dinas PUPR segera membangun infrastruktur air bersih di Sidrap. Urusan saya sebagai Bupati Kutai Timur adalah melayani masyarakat yang berada di wilayah Kutim,” kata dia saat peresmian tersebut.

Ardiansyah menegaskan kepemimpinannya tidak hanya di kota saja tapi juga di pesisir, pedalaman, hingga batas wilayah Kutai Timur. Ia juga memastikan bahwa proyek SPAM ini bukan proyek simbolis. Keberlanjutan pembangunan di Kutim juga bukan hanya untuk air bersih saja tapi juga menyasar kebutuhan dasar lain seperti listrik, akses jalan dan jembatan, serta layanan kesehatan.

“Apa yang diresmikan hari ini di Sangatta, harus dirasakan pula oleh warga Sidrap dan desa lainnya. Ini tentang pemerataan pembangunan,” ucapnya.

Dia menambahkan, “Kalau sekarang sudah jalan, kita tingkatkan kapasitas dan cakupannya,” kata Ardiansyah lagi, menegaskan urgensi pelayanan hingga ke pelosok.

Instalasi pengolahan air yang diresmikan di Swarga Bara ini memiliki kapasitas 50 liter per detik. Infrastruktur ini digadang-gadang sebagai solusi peningkatan pasokan air bersih bagi warga Sangatta Utara dan sekitarnya yang jumlahnya terus bertambah.

Dusun Sidrap, yang secara geografis lebih dekat ke Kota Bontang daripada ke pusat Kabupaten Kutim, selama ini menjadi semacam “zona abu-abu” pelayanan publik. Kerap dipolitisasi dari segi status wilayah maupun prioritas anggaran. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru