SANGATTA – Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Putri Kutai Timur menggelar kegiatan Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri dan Jejak Peradaban Islam yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Pimpinan Pesantren Ar Raihana MBS Putri, Uztazah Naila M, Tazkiyyah, melaporkan bahwa Talk Show ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional.
Sehari sebelumnya, panitia mengadakan Lomba Majalah Dinding (Mading) yang diikuti 31 tim dari berbagai jenjang pendidikan. Lomba tersebut tidak hanya bertujuan mengasah kreativitas, tetapi juga memperluas wawasan pelajar mengenai sejarah Islam.
“Untuk tingkat SD mengangkat tema mengenai Negara Islam (yang memiliki nuansa Islami). Sedangkan tingkat SMP fokus pada pembahasan Daulah-Daulah Islamiyah, mulai dari Khulafa’ur Rasyidin hingga masa akhir Khilafah Utsmaniyah oleh Sultan Abdul Hamid II,” kata Uztazah Naila.
Uztazah Naila mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutim khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) atas dukungan penuh terhadap pengembangan Pesantren MBS Putri Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka kegiatan Talk Show tersebut. Dalam sambutannya, Mulyono tak lupa menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap rangkaian acara dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Kutim.
“Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena pada hari ini bisa hadir di tempat ini dalam rangka melaksanakan dan mengikuti rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberi manfaat kebaikan untuk kita yang mengikuti, tentunya juga bagi kemajuan pendidikan di Kutim,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Mulyono turut memberi apresiasi atas peran besar Muhammadiyah di Kutim. Selain berkontribusi dalam dunia pendidikan, kini organisasi tersebut juga aktif di sektor kesehatan melalui keberadaan Rumah Sakit Al-Shifa.
“Mudah-mudahan tidak berhenti sampai di SMP atau SMA. Mudah-mudahan nanti ke depan akan berdiri juga Universitas Muhammadiyah di Kutim,” ucapnya penuh harapan. (ADV/ProkopimKutim/KP)


