19.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPPKB Kutim Apresiasi TVRI Kaltim Dukung Sosialisasi Program “Cap Jempol Stop Stunting”

Kutai Timur, Kaltimpop.com — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, menyampaikan apresiasi atas dukungan TVRI Kaltim yang telah menyediakan ruang siaran khusus untuk menyosialisasikan program “Cap Jempol Stop Stunting”. Langkah itu dinilai sebagai kolaborasi strategis dalam memperluas jangkauan edukasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat.

Dalam program yang ditayangkan belum lama ini, DPPKB Kutim diberikan kesempatan untuk menjelaskan secara langsung tujuan serta substansi gerakan “Cap Jempol Stop Stunting”, sebuah kampanye yang berfokus pada kepemimpinan kolaboratif (leadership collaboration) lintas sektor dalam menekan angka keluarga berisiko stunting di Kutim.

“TVRI memberikan kita wadah atau tempat untuk bersosialisasi tentang Cap Jempol Stop Stunting. Di sana kita membuka kolaborasi dan kerja sama dengan media dalam menyampaikan pesan penting ini,” ujar Junaidi.

Menurutnya, keterlibatan media penyiaran publik seperti TVRI menjadi elemen penting dalam upaya penanganan stunting. Sosialisasi yang disampaikan melalui televisi memungkinkan pesan pencegahan stunting menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau wilayah dengan akses informasi terbatas.

Selain menjelaskan substansi program, kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mengenalkan pemanfaatan Basis Data Nomor Induk Kependudukan dan Keluarga Berisiko Stunting (BNBA-KRS). Data ini merupakan fondasi utama dalam menyusun intervensi, mulai dari perencanaan program, penentuan sasaran, hingga evaluasi kebijakan.

“Di forum itu kita menjelaskan bagaimana data BNBA-KRS diperoleh, dimanfaatkan, hingga diverifikasi dan divalidasi untuk dijadikan dasar perencanaan. Jadi masyarakat tahu bahwa data itu bukan sekadar angka, tapi benar-benar menjadi pijakan intervensi pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi melalui media sangat berdampak bagi masyarakat, sebab memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai pentingnya pencegahan stunting dan peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Junaidi berharap kerja sama dengan TVRI dan media lainnya dapat terus diperkuat agar kampanye pencegahan stunting semakin masif. Menurutnya, upaya menurunkan angka keluarga berisiko stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Peran media dalam mengedukasi masyarakat sangat membantu kami di lapangan,” pungkasnya.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru