SANGATTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat permohonan warga terkait perubahan dan penyesuaian data meningkat cukup signifikan di tahun 2025. Porsi layanan administrasi kependudukan (adminduk) ini mencapai 45 persen.
“Hampir setengah dari layanan kita adalah permohonan perubahan data,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dukcapil Kutim, M. Syarif beberapa pekan lalu.
Syarif menjelaskan, permintaan warga untuk mengubah atau memperbaiki data menyentuh angka 30 hingga 45 persen dari total seluruh layanan Dukcapil. Tingginya persentase ini menunjukkan meningkatknya kepedulian masyarakat Kutim pada validitas data mereka.
Perubahan data ini, kata dia, mulai dari penyesuaian status perkawinan, jenjang pendidikan, perbaikan nama yang berbeda antar dokumen, hingga pengurusan KTP-el yang hilang atau rusak. Ini membuktikan bahwa kesadaran warga terkait data kependudukan yang akurat adalah kunci pembuka akses ke semua layanan publik lainnya.
Menanggapi lonjakan permintaan ini, Dukcapil Kutim menjamin proses pengurusan dokumen berjalan kilat. Secara normal, sesuai SOP, dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el dijanjikan terbit hanya dalam satu jam sejak formulir diajukan.
Kecepatan ini dimungkinkan berkat dua strategi matang. Pertama, pelayanan telah didistribusikan secara merata, di mana 18 kecamatan di Kutim kini sudah bisa melayani perekaman dan pencetakan KTP-el. Strategi ini memangkas jarak bagi warga di daerah terpencil.
Kedua, adalah dengan mengoptimalkan inovasi unggulan Pemkab Kutim yaitu layanan online Sistem Informasi Administrasi Pelayanan Kependudukan (Siap Kawal). Layanan digital ini memungkinkan proses pengurusan menjadi super cepat.
“Dengan layanan online Siap Kawal, prosesnya bisa lebih ringkas. Paling lama itu dua jam, dokumen sudah terbit,” tegas Syarif.
Siap Kawal, yang diluncurkan sejak akhir tahun 2022, memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen Adminduk termasuk akta kelahiran hingga pindah domisili langsung dari rumah melalui ponsel mereka.(ADV/ProkopimKutim/KP)


