18.7 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketua Baznas Kaltim Ingatkan Pentingnya Manajemen IT untuk Pengelolaan Zakat

SANGATTA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur Ahmad Nabhan Ahmad Nabhan mengingatkan pentingnya penguatan manajemen berbasis teknologi informasi. Menurutnya, satu titik lemah dalam sistem IT di satu daerah dapat memengaruhi persepsi kinerja Baznas se-provinsi.

“Manajemen IT yang lemah bisa menjadi celah kegagalan secara keseluruhan,” katanya dalam rapat koordinasi dengan tema “Memperkuat BAZNAS di Kalimantan Timur dalam Mendukung Asta Cita, Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.”

Nabhan juga mengingatkan para peserta untuk benar-benar mengimplementasikan berbagai program strategis yang telah dipaparkan para narasumber nasional. Termasuk pesan Gubernur Kaltim dan Baznas RI yang dibacakan saat pembukaan rakor.

“Mitra strategis Baznas itu mulai dari pemerintah daerah hingga pusat. Jadi seluruh program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang, harus dibangun atas dasar sinergi,” ia menegaskan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengawas Baznas Kaltim Mohammad Jauhar Efendi menekankan pentingnya kepercayaan antara Baznas dan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah kunci. Tanpa itu, masyarakat tidak akan mau menyerahkan zakatnya. Maka, jaga dan tingkatkan terus kepercayaan ini,” ujarnya.

Jauhar juga mengusulkan evaluasi rutin terhadap para penerima manfaat untuk memastikan zakat yang disalurkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Secara terbuka ia menyarankan agar Baznas kabupaten/kota se-Kaltim melakukan studi tiru langsung ke Kutim tanpa perlu ke luar daerah.

“Sistem penerimaan dan penyalurannya di sini sudah sangat baik, profesional. Jadi, kalau mau belajar, cukup ke Kutim,” kata dia.

Baznas Kutai Timur memang mencatat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi sorotan positif dalam pengelolaan zakat di Kalimantan Timur karena penggunaan sistem digital untuk transparansi dan akurasi penyaluran. Dalam forum koordinasi Baznas se-Kaltim, Kutai Timur disebut sebagai contoh ideal bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan umat. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru