SANGATTA – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan bahwa program nasional Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) sangat sejalan dengan salah satu dari 50 Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Kutim yaitu Desa Presisi. Program ini mengedepankan penggunaan data akurat dan bukti nyata dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa.
“Kita butuh data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi untuk merancang pembangunan desa yang lebih efektif. Sinergi antara Desa Cantik dan Desa Presisi akan memperkuat arah pembangunan kita, terutama di wilayah pedesaan,” kata Ardiansyah dalam audiensi dengan BPS.
Menurut Ardiansyah, kedua program ini sama-sama menekankan pentingnya data valid sebagai dasar kebijakan. Apalagi saat ini pemerintah sedang memasuki tahap krusial penyusunan arah pembangunan 2026.
“Data desa yang akurat adalah kunci agar program tidak salah sasaran. Sinergi Desa Cantik dan Desa Presisi akan memperkuat pondasi pembangunan Kutim dari desa,” ujarnya.
Kepala BPS Kutai Timur Widiyantono mengatakan bahwa mayoritas desa masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan data. Padahal, data statistik desa sangat menentukan efektivitas program pembangunan mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan.
“Desa Cantik hadir untuk menjawab tantangan itu. Desa akan kita dampingi agar mampu mengelola data statistik secara mandiri, terstruktur, dan bermanfaat. Dengan begitu, kebijakan yang diambil pemerintah daerah benar-benar berbasis bukti,” ujarnya.
Program Desa Cantik di Kutim akan melibatkan kolaborasi lintas instansi: BPS, Diskominfo, dan Bappeda. Skema ini diharapkan mampu mempercepat penguatan tata kelola data desa yang strategis dan menjadi basis perencanaan pembangunan daerah.
Selain mendukung pembangunan lokal, implementasi Desa Cantik juga sejalan dengan strategi nasional pembangunan desa khususnya Asta Cita Presiden RI yang menekankan pembangunan Indonesia dari pinggiran. (ADV/ProkopimKutim/KP)


