20.4 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tim Riset FKIP–DIKTI Unmul Perjuangkan Siswa Berprestasi Olahraga Masuk Unmul Tanpa Tes

SANGATTA – Ketua Tim Riset Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Universitas Mulawarman (FKIP–DIKTI Unmul) Muhammad Ramli, mengungkapkan bahwa riset awal di GOR Kudungga pada pertengahan Juli lalu sudah menghasilkan data penting terkait potensi atlet muda dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama.

Selain itu pihaknya tengah memperjuangkan jalur khusus bagi siswa berprestasi olahraga dari Kutim agar bisa masuk FKIP Unmul tanpa tes sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan atlet daerah.

“Kami berhasil mengidentifikasi sejumlah siswa dengan kemampuan fisik dan bakat olahraga menonjol. Saat ini data tersebut sedang dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar pembinaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dibentuknya kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP,” kata Ramli.

Sejalan dengan program tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan dukungannya terkait rencana besar penguatan riset sport science yang diinisiasi FKIP-DIKTI Unmul yang kini mulai memasuki tahap lapangan di Kutim.

“Kutim punya mimpi melahirkan atlet nasional, bahkan internasional. Karena itu, riset ini akan sangat membantu kami memperkuat sistem pembinaan, apalagi kami juga sedang membangun stadion mini di tiap kecamatan untuk pusat latihan,” ujar Ardiansyah.

Menurut dia, riset ini selaras dengan program Pemkab Kutim yang berfokus pada penguatan SDM termasuk di bidang olahraga. Dengan sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia pendidikan, pemerintah daerah berharap memiliki peta jalan pembinaan atlet yang lebih terukur. Riset sport science ini bukan hanya tentang data tetapi juga komitmen jangka panjang untuk mencetak prestasi olahraga dari daerah menuju panggung nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan turut menegaskan riset sport science ini sangat penting melengkapi upaya pembinaan olahraga yang sudah dijalankan pemerintah daerah selama empat tahun terakhir.

“Selama ini kita rutin menggelar turnamen antar pelajar maupun open tournament. Tapi dengan pendekatan ilmiah, kita bisa lebih tepat menentukan program pembinaan dan memastikan bakat atlet tidak hilang begitu saja,” kata dia. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru