
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Shabaruddin, menekankan pentingnya pemerataan program beasiswa yang menjadi bagian dari 50 program kerja prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Ia berharap pemberian beasiswa tidak hanya terfokus pada pelajar yang menempuh pendidikan di wilayah Kutim, tetapi juga mencakup seluruh anak daerah yang sedang menimba ilmu di luar Kutim, termasuk di pondok pesantren maupun perguruan tinggi di luar provinsi.
“Kalau bisa bukan sekolah di Kutai Timur saja, tapi semua anak kita yang sekolah atau anak Kutai Timur yang dipesantrikan. Anak kita ini banyak yang mondok di pesantren-pesantren di Jawa,” ujar Shabaruddin.
Shabaruddin menjelaskan, banyak generasi muda Kutim memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah, baik untuk memperdalam ilmu agama maupun menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia menilai kebijakan beasiswa seharusnya tidak dibatasi lokasi sekolah, melainkan berlandaskan identitas kependudukan sebagai warga Kutim.
“Iya, dimanapun mahasiswa itu kuliah, selama dia punya KTP Kutim, itu berhak untuk mendapatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program beasiswa ini seharusnya menjadi instrumen pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak daerah, agar tidak ada yang tertinggal hanya karena menempuh pendidikan di luar Kutim. Shabaruddin optimis dengan mekanisme yang tepat, program ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kutim di masa depan.
Shabaruddin juga mengingatkan pentingnya koordinasi antar dinas terkait agar data penerima beasiswa akurat dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Dengan langkah ini, program beasiswa diharapkan tidak hanya menjadi janji politik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kutim, terutama generasi muda yang berprestasi.(Adv)


