Kukar – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2025. Di tengah waktu sosialisasi yang relatif singkat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar terus berupaya menjaga antusiasme pemilih agar tingkat partisipasi tak menurun drastis dibanding pilkada sebelumnya.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, mengakui bahwa tantangan utama dalam PSU kali ini adalah terbatasnya waktu untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota. Untuk mengatasi hal ini, strategi komunikasi digital pun diambil sebagai alternatif penyebaran informasi.
“Sosialisasi kita maksimalkan lewat zoom meeting ke OPD, kecamatan, sampai ke RT. Jadi walau waktu pendek, semua tetap terhubung,” jelas Rinda, Selasa (15/4/2025).
Meski tidak menetapkan target tinggi, Rinda berharap partisipasi pemilih dapat setidaknya menyamai capaian Pilkada 2024 yang mencapai 70,98 persen. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat menjadi salah satu elemen penentu suksesnya penyelenggaraan PSU.
“Target saya, minimal sama seperti tahun 2024. Kalau kemarin itu kan 70,98 persen, kita berharap sama lah paling tidak, jangan turun jauh,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi tak hanya bergantung pada penyelenggara dan pemerintah, tetapi juga peran aktif dari masyarakat sebagai pemilih.
“Tentu saja untuk tingkat partisipasi ini harus ada peran aktif dari masyarakat untuk datang di TPS dan menentukan pemilihannya,” tegasnya. (adv)


