20.4 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah Kutim Berharap Gerakan Hentikan Sampah Plastik “Menular” dari Sekolah ke Rumah dan Ruang Publik

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur ingin semangat peduli lingkungan yang ditunjukkan anak-anak di Kutai Timur (Kutim) melalui kampanye “Hentikan Sampah Plastik” tidak berhenti pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Juni lalu. Budaya ini juga diharapkan menjadi gerakan sosial yang lebih luas melibatkan keluarga, komunitas, hingga dunia usaha di Kutim.

“Harapan kami, budaya ramah lingkungan ini tidak berhenti di ruang kelas. Harus menular ke rumah, ke pasar, ke kantor, bahkan ke ruang publik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur Dewi Dohi.

Menurut Dewi, sejumlah sekolah masih aktif melanjutkan kampanye gerakan melawan sampah plastik itu lewat kegiatan rutin seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, hingga membuat karya kreatif berupa poster dan vlog yang mengajak masyarakat mengurangi plastik sekali pakai. DLH Kutim pun menargetkan program Sekolah Bebas Plastik dapat mulai diterapkan secara bertahap tahun depan.

Ia mengatakan peran orang tua dan guru juga semakin nyata dalam memperkuat gerakan ini. Beberapa sekolah bahkan sudah menyiapkan bank sampah sederhana, sementara para siswa dilatih memilah sampah organik dan anorganik.

Salah satu orang tua murid bernama Elia Sofia mengaku bangga dengan perubahan yang terjadi baik di sekolah dan juga terhadap perilaku anaknya terkait masalah sampah. “Anak saya tidak hanya paham soal sampah tapi juga berani menegur kami di rumah kalau masih pakai plastik sekali pakai. Jadi efeknya terasa nyata,” ujarnya.

Gerakan ini sejalan dengan kampanye global “Beat Plastic Pollution” yang menekankan pentingnya mengurangi pencemaran plastik. Data terbaru Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah per tahun, dengan 17 persen di antaranya plastik. Kutim pun tak luput dari ancaman ini sehingga penguatan kesadaran sejak usia dini dianggap langkah strategis. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru