SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman tak main-main dengan komitmennya untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia mewajibkan seluruh jajarannya untuk membeli dan mengkonsumsi Sangattaqua, air minum dalam kemasan (AMDK) produksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur.
“Komitmen kami tegas, pemerintah daerah wajib membeli dan menggunakan Sangattaqua. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita pada produk anak negeri sendiri,” kata Bupati Ardiansyah dalam beberapa kesempatan.
Menurut dia, kebijakan yang dicanangkan langsung olehnya itu bukan hanya langkah simbolis, melainkan strategi fundamental untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui BUMD. Sebagai produk unggulan BUMD, Sangattaqua menandai pergeseran strategis dari orientasi layanan publik menuju orientasi bisnis yang sehat. Inovasi ini diyakini akan menjadi kontributor baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini adalah bagian dari inovasi Perumdam untuk meningkatkan pendapatannya, yang pada akhirnya akan masuk ke dalam PAD dan kembali untuk membangun daerah,” jelas Ardiansyah.
Tak berhenti di instansi pemerintah, Pemkab Kutim juga aktif mendorong perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di wilayahnya untuk turut menjadi konsumen utama Sangattaqua. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang kuat, di mana produk lokal menjadi tulang punggung perputaran ekonomi di Kutim.
Langkah selanjutnya, fokus Perumdam TTB adalah meningkatkan kapasitas distribusi dan menjangkau pasar retail yang lebih luas. Keberadaan Sangattaqua di rak-rak toko modern dan warung tradisional menjadi target yang sedang diupayakan.
“Di tengah persaingan pasar AMDK yang ketat, kehadiran Sangattaqua adalah bukti bahwa kita siap bersaing. Kami ingin masyarakat punya kebanggaan dan pilihan untuk mengonsumsi produk lokal yang kualitasnya tidak kalah,” ujarnya.
Pemkab Kutim menargetkan kontribusi Perumdam TTB terhadap PAD dapat meningkat secara signifikan. Pembahasan mengenai skema setoran BUMD yang optimal bersama DPRD juga terus digodok untuk memastikan keberlanjutan bisnis ini. (ADV/ProkopimKutim/KP)


