
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Komisi C DPRD Kutai Timur menegaskan komitmen mereka untuk memastikan pemerataan pembangunan fisik di seluruh wilayah, termasuk kecamatan-kecamatan pedalaman. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi C, Pandi Widiarto, usai pertemuan dengan sejumlah dinas teknis pada beberapa saat lalu.
Pandi menuturkan bahwa pemerataan pembangunan menjadi fokus utama agar seluruh 18 kecamatan di Kutim memperoleh perhatian yang setara dari pemerintah daerah.
“Itu yang terus kami dorong ke dinas-dinas teknis, bagaimana pembangunan benar-benar hadir di seluruh 18 kecamatan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terfokus pada kawasan perkotaan. Daerah pedalaman seperti Busang, Long Mesangat, dan Batu Ampar disebutnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas dan layanan pembangunan yang memadai.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi C meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyampaikan data rinci mengenai sebaran program pembangunan fisik mereka.
“Kami minta rincian persentase program mereka yang diserap di masing-masing kecamatan, supaya jelas sebagai tolak ukur,” lanjut Pandi.
Data tersebut dinilai penting untuk memastikan alokasi anggaran pembangunan tidak timpang dan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok desa. Komisi C juga menegaskan bahwa informasi itu akan digunakan sebagai dasar evaluasi dan rujukan penyusunan kebijakan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Pandi menambahkan bahwa pengawasan lapangan akan terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan proyek sesuai rencana serta tepat sasaran. Ia juga mendorong dinas teknis untuk lebih intens berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar program pembangunan sesuai kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan pengawalan yang lebih ketat, DPRD Kutim berharap ketimpangan antarwilayah dapat ditekan dan masyarakat di kota maupun pedalaman bisa merasakan manfaat pembangunan secara merata.(Adv)


