
Kutai Timur, Kaltimpop.com — Ketua DPC Gerindra Kutai Timur menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan setiap proyek dalam usulan multiyears benar-benar menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya menanggapi rencana pemerintah mengajukan 32 paket pembangunan multiyears senilai Rp2,19 triliun.
“Mungkin saja pemerintah melihat bahwa kegiatan yang diusulkan dalam multi-years kontrak ini untuk kepentingan yang sudah mendesak dan jangka panjang,” katanya.
Ia mengatakan bahwa program multiyears bukan sesuatu yang salah, tetapi harus dipastikan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai kemampuan anggaran daerah. “Semua harus penuh kehati-hatian,” lanjutnya.
Ia menyoroti bahwa beberapa proyek dalam daftar multiyears sudah lama ditunggu masyarakat, terutama sektor jalan–jembatan dan irigasi penanganan banjir. Namun ia mengingatkan agar pemerintah memberikan penjelasan detail dan bukan sekadar janji.
Pembahasan multiyears juga mendapat masukan dari seluruh anggota DPRD Kutim. Ada banyak usulan yang masuk untuk dimasukkan sebagai prioritas multiyears, namun pemerintah menyebut sebagian di antaranya sudah masuk dalam skema tahun tunggal.
Meski begitu, ia menekankan bahwa DPRD harus melakukan verifikasi teknis yang mendalam sebelum memberikan persetujuan. Termasuk memastikan bahwa seluruh prosedur administrasi sesuai regulasi dan tidak menimbulkan potensi masalah hukum di kemudian hari.
Ia juga menyinggung perkembangan Jembatan Telen yang disebut akan mendapatkan tiga bentang pembangunan pada tahun depan melalui skema tahun tunggal.
Usulan 32 paket kegiatan itu mencakup infrastruktur jalan–jembatan, fasilitas bangunan publik, irigasi penanganan banjir, dan lanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD memberikan masukan dalam pertemuan. Banyak yang mengusulkan program-program yang belum tertampung dalam daftar multiyears.
Namun ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengulang kesalahan perencanaan sebelumnya. “Jangan sampai nanti kata orang cuma janji,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan APBD yang hanya 4,867 triliun juga harus menjadi pertimbangan penting dalam menyusun daftar proyek multiyears.(Adv)


