22.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga Paket Sembako Gerakan Pangan Murah Kutim Rp 102 Ribu

SANGATTA – Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kabupaten Kutai Timur Noviari Noor mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat di berbagai wilayah.

“Kita ingin pastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses kebutuhan pokok. Ini bukan soal bagi-bagi sembako, tapi soal menjamin stabilitas sosial dan ekonomi kita bersama,” kata dia.

Paket sembako yang disediakan dalam program GPM kali ini terdiri dari 5 kilogram beras SPHP, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir, yang dijual dengan harga Rp 102 ribu per paket jauh lebih rendah dari harga pasar.

Program GPM dilakukan secara serentak di tiga tempat yang bisa dikunjungi warga untuk mendapatkan sembako murah tersebut.

“Kegiatan dipusatkan di tiga titik yaitu Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan satu titik tambahan dari Dinas Perindagkop Provinsi di depan Kantor Camat Sangatta Selatan. Semua titik menyalurkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” ujarnya.

Di Sangatta Utara, distribusi sembako dipusatkan di Polder Ilham Maulana, dengan alokasi sekitar 4 ton beras, 1 ton minyak goreng, dan 1 ton gula pasir. Di Sangatta Selatan, penyaluran dilakukan secara mobile oleh jajaran Polres Kutim dengan total distribusi mencapai 7 ton beras.

Selanjutnya, di titik ketiga yang merupakan program terpisah diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kaltim yang turut menyalurkan sembako dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian upaya nasional dalam meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Inflasi kita tidak tinggi, tidak rendah juga, berada di papan tengah. Tapi program seperti ini penting untuk mencegah lonjakan harga, terutama menjelang musim penghujan dan akhir tahun yang biasanya menyebabkan gangguan distribusi,” kata dia. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru