SANGATTA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan tingginya antusias warga mengikuti Sunday Morning Run (SunMoRun) 2025 menjadi bukti nyata warga sudah memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat. Ia juga berharap warga Kutim mengikuti agenda berikutnya yang telah disiapkan yaitu Sangatta Run 2025 pada November mendatang.
“Kami ingin menjadikan kegiatan lari ini sebagai budaya sehat di Kutim. Terima kasih kepada seluruh panitia, relawan, dan sponsor yang telah bekerja keras sehingga SunMoRun 2025 berjalan sukses dan meriah,” kata dia pada acara SunmoRuin 2025.
Menurut Basuki, kegiatan SunMoRun 2025 diikuti sekitar 1.800 peserta lari dari berbagai daerah. Ini menjadi bukti bahwa semangat hidup sehat dan kebersamaan makin mengakar di tengah masyarakat Kutai Timur.
Kegiatan lari ini turut dihadiri Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman. Ia berpesan bahwa olahraga bukan sekadar tren sesaat tetapi kebutuhan dasar untuk menjaga kebugaran, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat Kutim. Kesehatan juga merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya.
“Olahraga bukan hanya baik untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sarana membangun silaturahmi dan kebersamaan yang kokoh. Jangan sekadar ikut-ikutan. Kesehatan itu mahal, dan olahraga adalah investasi terbaik untuk menjaganya,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, banyak orang kerap menyepelekan olahraga, padahal manfaatnya terbukti besar. Apalagi kalau bukan menjaga berat badan ideal, menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke, memperbaiki suasana hati, bahkan memperpanjang usia harapan hidup.
“Olahraga membantu kita hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih berenergi. Karena itu jangan jadikan olahraga sekadar kegiatan musiman, tetapi biasakan sebagai kebutuhan sehari-hari,” tegasnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)


