19.2 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DSN di Kutai Timur Jadi Mitra Program TAMASYA Berdasarkan Penilaian Tiga Kementerian

MUARA WAHAU – Tiga Kementerian yaitu Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial melakukan penilaian terhadap Tempat Penitipan Anak (TPA) milik PT. Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) di Kutai Timur. Setelah mencermati 93 TPA yang beroperasi di dalam kawasan perkebunan perusahaan, PT. DSN resmi ditunjuk sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program nasional TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).

Program TAMASYA sendiri merupakan upaya terpadu untuk memastikan pengasuhan anak berkualitas dan terlindungi sejalan dengan protokol penurunan stunting. DPPKB Kutim dan Kemendukbangga bekerja sama dalam meningkatkan standar pelayanan seperti pelatihan pengasuh serta pemantauan tumbuh kembang anak di TPA tersebut.

“Setiap kementerian punya tanggung jawab berbeda. Pendidikan terkait PAUD, Tenaga Kerja terkait lingkungan kerja di perusahaan, dan Sosial dalam aspek perlindungan anak. Ini bentuk sinergi lintas sektor yang konkret,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi.

Menurut Junaidi, sejumlah TPA di PT. DSN sudah berjalan bertahun-tahun dan aktif melayani anak-anak usia dini, kelompok bermain, serta taman kanak-kanak. Perusahaan dinilai konsisten dalam memperhatikan pengasuhan dan tumbuh kembang anak-anak pekerjanya melalui 93 aktif yang tersebar di area perkebunan kelapa sawit mereka, khususnya di Kecamatan Muara Wahau. Itulah yang menyebabkan Kabupaten Kutai Timur akhirnya terpilih sebagai lokus nasional peluncuran TAMASYA karena keunikan sistem TPA yang terletak di wilayah perkebunan bukan di area perkotaan seperti pada umumnya.

Beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dijadwalkan berkunjung ke Kutai Timur bertepatan dengan peluncuran resmi program TAMASYA. Menteri yang hadir meliputi Menteri Sosial, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Dalam Negeri.

Pemerintah Kabupaten Kutim menyambut positif agenda ini sebagai dorongan besar dalam percepatan penanganan stunting dan peningkatan kualitas pengasuhan anak.(ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru