21.8 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Desa Saka dan Lima Desa di Sangkulirang Segera Nikmati Listrik Tahun Ini

SANGKULIRANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya mempercepat realisasi Program Listrik Desa (LISDES) 2025. Dari 13 desa yang mendapatkan program elektrifikasi tahun ini, enam desa berasal dari Kecamatan Sangkulirang.

“Alhamdulillah Kutim tahun ini dapat 13 desa yang akan dipasang listrik, termasuk Saka, Mandu Pantai Sejahtera, Mandu Dalam, semuanya insyaallah,” kata Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi saat menghadiri Turnamen Bola Voli Open Cup I di Lapangan Voli Desa Saka, Kecamatan Sangkulirang, belum lama ini.

Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Pemkab Kutim dan PLN untuk mempercepat realisasi Program Listrik Desa (LISDES) 2025. Desa Saka bersama lima desa lain di Kecamatan Sangkulirang (Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Pelawan, Peridan, dan Tepian Terap), serta desa-desa lain di Batu Ampar, Bengalon, dan Muara Bengkal, dipastikan akan segera menikmati jaringan listrik.

Selain listrik, Mahyunadi juga menjanjikan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat. “Tahun depan kita anggarkan lagi untuk Kutim pemasangan jaringan air besih kepada masyarakat, mudah-mudahan semuanya bisa tercapai,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Mahyunadi juga membeberkan rencana ambisius Pemkab untuk membuka akses di wilayah timur Kutim.

“Tahun depan kita akan membuat jalan tembus dari Kecamatan Sandaran, dari Manubar sampai ke Sandaran sebanyak 13 kilometer. Badan jalan itu adalah dari pihak perusahaan yang membuka,” urainya.

Proyek jalan tembus Manubar-Sandaran ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim membuka keterisolasian wilayah pesisir timur yang masih mengandalkan jalur laut, dengan melibatkan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta (perusahaan).

Dalam memastikan program pembangunan berjalan tanpa hambatan dan tepat sasaran, Mahyunadi turut menekankan pentingnya integritas pejabat dan transparansi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kalau perusahaan bantu, bantuan itu untuk masyarakat. Jangan untuk Pak Kades saja, jangan untuk pejabatnya saja,” pesannya.(ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru