21.8 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Labkesda Kutai Timur Minta Penambahan Tenaga Analis

SANGATTA – Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah (UPT Labkesda) Kutai Timur meraih akreditasi utama dari Kementerian Kesehatan RI melalui Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKESI). Pengakuan ini menjadi bukti bahwa sistem layanan, manajemen, dan sumber daya Labkesda telah memenuhi standar nasional.

Meski sudah terakreditasi utama, ternyata masih ada sejumlah tantangan di Labkesda Kutim itu. Menurut Kepala UPT Labkesda Kutim Gregorius Gebo, instansinya minim tenaga analis laboratorium. Saat ini, Labkesda hanya diperkuat oleh empat analis, jauh di bawah kebutuhan ideal sebanyak 16 orang.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan formasi tambahan ke Dinas Kesehatan dan BKPSDM. Tapi belum ada realisasi. Padahal ini sangat mendesak untuk menunjang operasional dan menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Selain itu, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Labkesda sejatinya memegang peran strategis dalam menopang sektor kesehatan dan ekonomi daerah. Beragam layanan tersedia, mulai dari pemeriksaan laboratorium klinik, analisis kesehatan lingkungan, hingga diagnosis penyakit menular. Sayangnya, belum banyak perusahaan di Kutim yang rutin memanfaatkan jasa Labkesda, seperti pemeriksaan kesehatan karyawan atau uji kualitas lingkungan kerja.

“Kalau perusahaan-perusahaan di Kutim rutin melakukan medical check-up atau pengujian lingkungan ke Labkesda, potensi PAD bisa sangat signifikan. Sayangnya, belum banyak yang melirik ke arah itu,” kata dia menjelaskan.

Gregorius menilai potensi lembaganya sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum tergarap maksimal. Ia menegaskan perlunya peningkatan pemanfaatan layanan laboratorium oleh masyarakat dan sektor swasta agar Labkesda dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Tapi akreditasi akan lebih bermakna jika masyarakat dan perusahaan melihat Labkesda sebagai laboratorium rujukan utama,” imbuhnya mengingatkan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru