20.3 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Deni Dorong Perusahaan Tambang Bantu Tangani Tanah Longsor

Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda meminta perusahaan tambang untuk lebih aktif dalam menangani bencana tanah longsor yang kerap melanda Kota Tepian, terutama saat musim hujan. Permintaan ini muncul karena pertambangan ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya bencana alam tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, tercatat 45 kejadian longsor pada tahun 2023, menurun dibandingkan 80 kejadian pada tahun 2022. Namun, tren dari 2020 hingga 2022 menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 35 kejadian pada 2020 dan 74 kejadian pada 2021. DPRD Samarinda menilai bahwa peran perusahaan tambang dalam mitigasi bencana sangat penting guna menekan angka kejadian di masa mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa perusahaan tambang dapat membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam proses evakuasi dengan menyediakan alat berat. “Salah satunya bisa dengan penyediaan alat berat, karena selama ini BPBD sering mengalami kendala dalam evakuasi akibat keterbatasan alat,” ujarnya saat diwawancarai di Samarinda.

Deni juga mengusulkan agar perusahaan-perusahaan tambang di Samarinda melakukan patungan untuk menyediakan excavator atau alat berat lain guna mempercepat respons terhadap bencana longsor. Menurutnya, dukungan ini tidak hanya akan mempercepat proses penanganan, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selain itu, DPRD Samarinda juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam upaya pencegahan bencana. Langkah konkret dari perusahaan tambang dinilai dapat mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas eksploitasi sumber daya alam. “Kita tahu bahwa tambang juga menjadi salah satu faktor penyebab bencana seperti longsor. Oleh karena itu, kami ingin ada sinergi nyata antara perusahaan tambang dan BPBD,” tambah Deni.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kejadian tanah longsor di Samarinda dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan kepedulian sektor industri terhadap keberlanjutan lingkungan di daerah tersebut. (Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru