29.5 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Usai Pelatihan, Pemerintah Kutim Berharap Pengelola Faskes Mampu Susun Laporan Sesuai Standar

KUTAI TIMUR — Sekretaris Kabupaten Kutim Rizali Hadi membuka kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis bagi 21 Puskesmas dan RSUD Sangkulirang di bawah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kutai Timur. Mewakili bupati, ia menegaskan bahwa status BLUD tidak boleh berhenti sebagai formalitas administratif.

“BLUD bukan sekadar status administratif. Ini adalah komitmen kita dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujar Rizali. Ia menambahkan, “Dengan bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh pengelola faskes benar-benar memahami bagaimana menyusun laporan kinerja yang sesuai standar,” kata dia.

Menurut Rizali, akuntabilitas tidak hanya diukur dari aspek keuangan, tetapi juga dari mutu pelayanan dan hasil yang dirasakan masyarakat. “Tidak cukup sekadar tersedia anggaran, tapi harus jelas hasilnya,” ujarnya.

Kepala Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Direktorat BUMD, BLUD, dan BUMDes Kementerian Dalam Negeri RI, R. Wisnu Saputro, mengingatkan pentingnya transparansi dalam setiap aspek kinerja BLUD.

“BLUD bukan hanya tentang fleksibilitas keuangan tapi juga tentang tanggung jawab dan hasil layanan yang bisa dirasakan masyarakat. Maka kinerja, baik keuangan maupun non-keuangan, harus dilaporkan secara transparan, sesuai prinsip akuntabilitas publik,” kata Wisnu saat memberikan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek).

Pelatihan ini juga menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Pelayanan (LPPSP) Universitas Indonesia. Tim LPPSP UI memberikan simulasi teknis penyusunan laporan kinerja, membantu peserta memahami metode pengukuran output dan outcome layanan secara akurat, ekonomis, dan sesuai standar tata kelola keuangan negara.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Peserta dari 21 Puskesmas dan RSUD Sangkulirang berdiskusi aktif mengenai indikator kinerja, laporan tahunan, serta penerapan standar akuntansi berbasis akrual. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi transformasi pengelolaan keuangan kesehatan di Kutim, menuju sistem pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi hasil. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru