SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) H. Ardiansyah Sulaiman meninjau progres pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Ia berharap kompleks pemakaman terpadu pertama di Kutim dengan kapasitas hingga 8.000 makam itu bisa segera dipakai karena pengerjaan tahap pertama sudah rampung sekitar 70 persen.
“Mudah-mudahan Desember (2025) sudah bisa launching, cuma sampai sekarang belum ada yang mendaftar ini,” ujar Ardiansyah tersenyum. “Soal nama saya harus bersemedi dulu nih,” tambahnya berkelakar.
Ardiansyah memaparkan, TPU modern ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan warga Sangatta Utara dan Selatan hingga 20 tahun ke depan. TPU yang luas lahannya 7,5 hektare itu dibagi menjadi dua area yaitu 5 hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare untuk non-muslim.
Kompleks TPU ini juga akan dilengkapi musala berukuran 36 meter persegi, kantor pengelola seluas 72 meter persegi, toilet umum, rumah jaga, ruang pertemuan kecil, serta akses listrik dan air bersih yang kini masih dalam tahap penyambungan.
TPU ini juga akan dikelola secara profesional, transparan, dan tanpa pungutan retribusi. “Tidak akan ada retribusi pemakaman. Semua fasilitas disediakan. Luas makam pun sudah diatur melalui Peraturan Bupati, yaitu 1,5 x 2 meter per makam, supaya tertata rapi dan tidak semrawut,” kata dia saat meninjau progres pembangunan TPU tersebut.
Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh proses pemakaman termasuk penyediaan nisan seragam dan fasilitas umum disiapkan sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui UPT Pertamanan dan Pemakaman.
“Selama ini pemakaman dikelola secara pribadi dan tidak ada regulasi yang mengatur tata kelola, termasuk soal ukuran dan jarak antarmakam. TPU ini akan ditata dengan baik dan dikelola langsung oleh UPT Pertamanan dan Pemakaman,” ujarnya.
Proyek TPU modern ini menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar mencakup pembebasan lahan, pematangan kawasan, dan pembangunan infrastruktur pendukung. (ADV/ProkopimKutim/KP)


