
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Shabaruddin, menekankan pentingnya penyediaan bus sekolah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di daerah yang belum terjangkau transportasi umum. Program ini dibahas dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Dinas Pendidikan dan Komisi D, yang membidangi kesejahteraan rakyat.
“Ya, satu lagi juga untuk tahun ini rencananya Dinas Pendidikan juga akan menyediakan bus sekolah,” ujar Shabaruddin.
Ia menjelaskan, banyak siswa di pelosok Kutim harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki atau menumpang kendaraan seadanya hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Dengan adanya bus sekolah, siswa dapat lebih mudah menjangkau pendidikan tanpa terkendala jarak atau transportasi.
“Bus sekolah ini khususnya dipergunakan nanti menjemput anak sekolah kita yang berada di jalan-jalan yang tidak dilalui angkot,” tambahnya.
Shabaruddin berharap program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak Kutai Timur. Ia menekankan bahwa fasilitas transportasi yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan prestasi akademik siswa.
Selain itu, program bus sekolah diyakini dapat mengurangi risiko keselamatan yang dihadapi siswa saat menempuh perjalanan jauh. Shabaruddin menilai, pemerintah daerah perlu memperluas inisiatif ini ke lebih banyak wilayah agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak anak Kutim.
“Ini program kecil tapi dampaknya besar bagi anak-anak kita di pelosok,” ujarnya.
Menilai kerja sama antar dinas menjadi kunci keberhasilan program ini. Dinas Pendidikan bertanggung jawab dalam perencanaan rute dan penentuan siswa yang membutuhkan, sementara Dinas Perhubungan memastikan operasional kendaraan berjalan aman dan sesuai aturan.
Ia berharap, proyek percontohan ini menjadi langkah awal yang berhasil dan membuka peluang untuk menambah lebih banyak bus sekolah di kecamatan dan desa lain, sehingga seluruh anak Kutai Timur dapat merasakan manfaatnya.
“Program ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar untuk pendidikan di pelosok,” pungkasnya.(Adv)


