Kukar – Dua kecamatan di Kutai Kartanegara, yakni Sangasanga dan Marangkayu, terus dikembangkan sebagai pusat industri baru. Kedua wilayah ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi luas lahan serta kemudahan akses transportasi, yang menjadi daya tarik utama bagi para investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor mengungkapkan, kebutuhan investor saat ini sangat erat kaitannya dengan efisiensi logistik. Akses ke jalur transportasi darat dan laut menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi usaha.
“Pertama kita upatakan di Sangasanga dulu, tahun ini kita sudah membuat IPRO artinya kajian yang benar-benar detail, dan semua itu sudah ada sehingga investor datang tinggal bangun,” kata Alfian.
IPRO atau Investment Project Ready to Offer yang disusun oleh DPMPTSP Kukar mencakup studi lokasi, kesiapan infrastruktur, hingga kelayakan finansial proyek. Sangasanga diprioritaskan dalam program ini karena dianggap sudah memenuhi berbagai syarat dasar pengembangan kawasan industri.
Secara keseluruhan, Kukar memiliki potensi lahan industri seluas 12.000 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kecamatan Sangasanga dialokasikan sekitar 2.000 hektare, sementara Marangkayu memiliki potensi lahan hingga 5.000 hektare.
“Kalau saat ini yang paling potensial di Sangasanga, seperti daerah Pendingin yang sudah dimulai beberapa industri,” pungkasnya. (ADV)


