22.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Plt Camat Sandaran: Infrastruktur Jalan Baru Hidupkan Ekonomi Lokal

SANGATTA — Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sandaran Mulyadi sangat bersyukur dengan rencana pemerintah Kutai Timur yang akan membuka jalan yang menghubungkan Desa Manubar, Sandaran, hingga Tanjung Mangkalihat. Menurut dia, proyek ini sudah lama dinanti oleh masyarakat. Bahkan, sejumlah desa sudah mulai mempersiapkan tenaga dan peralatan untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Jalan ini bukan hanya memudahkan mobilitas warga tapi juga akan menghidupkan ekonomi lokal dan mempermudah pelayanan pemerintah di desa,” kata Mulyadi usai mengikuti rapat fasilitasi pembangunan jalan bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan jajarannya, di kantor bupati Kutim.

Mulyadi menyebutkan bahwa akses jalan akan membuka peluang bagi warga menjual hasil pertanian dan perikanan ke kota dengan biaya lebih murah dan waktu lebih cepat. Selama ini, hasil bumi dari Kecamatan Sandaran seperti kelapa, ikan, dan hasil hutan non-kayu hanya dinikmati terbatas di tingkat lokal karena sulitnya distribusi.

Dalam rapat tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pihaknya berencana membuka badan jalan sepanjang 17,47 kilometer yang membelah jalur dari Desa Seliung ke Tanjung Mangkalihat. “Pembangunan jalan ini sangat strategis dalam membuka keterisolasian dua desa yang selama ini belum memiliki akses transportasi darat yang memadai,” kata dia.

Tak hanya pemerintah, sektor swasta juga digandeng dalam proyek tersebut. Beberapa perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Sandaran disebut telah menyatakan komitmen untuk ikut mendukung pembangunan jalan mulai dari penyediaan alat berat hingga tenaga kerja.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan menyentuh wilayah-wilayah terjauh seperti Sandaran,” ujarnya.

Kecamatan Sandaran merupakan wilayah paling timur di Kutim yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi. Akses darat di sana terbatas sehingga mayoritas penduduk hanya mengandalkan jalur laut atau jalan yang masih sulit dilalui kendaraan roda empat. Dengan adanya jalan ini, mobilitas warga akan meningkat drastis.

(ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru