20.3 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Petugas Damkar Kutim: Tak Semua Soal Api, Kami Siap Bantu Masyarakat Kapan Saja

SANGATTA – Tiga petugas  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutai Timur berhasil mengevakuasi seekor biawak liar sepanjang satu meter dari rumah seorang warga di kawasan Jalan APT Pranoto, Gang Sawitto, Sangatta Utara, Kutim. Reptil itu muncul di siang hari di pekarangan rumah warga bernama Nana.

“Kami siap membantu masyarakat kapan saja. Tidak semua panggilan harus soal api, yang penting ada warga butuh pertolongan,” ujar Riduan dengan seragam birunya seraya merendah, mewakili dua temannya yang lain.

Menurut Riduan, ia dan temannya dihubungi warga bernama Ibu Nana yang mengadukan adanya biawak liar di pekarangan rumahnya sekitar pukul 12.25 WITA. Mereka sedang bertugas di Pos Jaga Jalan Cendana. Dalam hitungan menit, Riduan dan dua rekannya langsung meluncur ke lokasi lengkap dengan kendaraan operasional dan perlengkapan penanganan hewan liar.

Meski bukan kebakaran, panggilan itu disambut dengan sigap. Para petugas berhasil mengevakuasi biawak tersebut dalam waktu kurang dari 30 menit. Proses berlangsung aman dan tertib tanpa menimbulkan kerusakan maupun kepanikan lebih lanjut di lingkungan sekitar. Hewan itu kemudian dilepasliarkan di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

“Saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkar, khususnya Pak Riduan dan teman-temannya. Cepat sekali mereka datang dan langsung bertindak. Padahal ini bukan kebakaran,” ujar Ibu Nana.

Kejadian ini menunjukkan bahwa peran Damkar Kutim tidak terbatas hanya pada pemadaman api semata. Mereka juga hadir sebagai garda terdepan dalam layanan penyelamatan termasuk ketika masyarakat dihadapkan pada ancaman dari satwa liar. Hal yang tidak jarang terjadi di Sangatta, wilayah yang masih dikelilingi habitat alami buaya, biawak, hingga ular.

Respons cepat di luar tugas utama itu mempertegas fungsi kemanusiaan Damkar Kutim. Sebagai petugas Damkar mereka selalu siaga dan bekerja tanpa mengenal waktu. Keberadaan mereka menyimpan arti lebih dari sekadar sirene dan semprotan air bertekanan tinggi untuk memadamkan api. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru