26.2 C
East Kalimantan
Rabu, 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perempuan dan khazanah kehidupan masyarakat masa kini

Sebuah opini oleh: Muhammad zhumar kahfi

Pergeseran strata sosial masa kini meniscayakan peran perempuan dalam kehidupan
bermasyarakat. Bukan saja bergerak pasif dalam roda sosial, namun juga terdapat
“keharusan” pada peran perempuan dalam kehidupan bersosial (Nizar, 2008).

Hal ini tentu akan memicu potensi-potensi baru bagi kaum hawa dalam meningkatkan eksistensi perempuan. Di masa kini, mulai banyak sosok-sosok tokoh perempuan yang berperan aktif dimasyarakat dalam strata sosial yang lebih tinggi.

Di masa lampau, kita dapat mengambil contoh sosok muslimah yang inspiratif justru berkat perannya bisa memberikan dampak besar dalam menyebarkan perkembangan dan kemajuan islam, maupun khasanaz kemuslimahan yakni Aisyah binti Abu Bakar RA.

Beliau merupakan anak dari Abu Bakar As-Shiddiq yang sejak usia belia memiliki potensi yang luar biasa dari sisi intelektualitas maupun akhlak sebagai seorang perempuan muslimah kala itu. Hal ini telah diakui oleh para sahabat sekaligus mufasir bahwa tingkat keakuratan hadist yang dikuasai oleh Aisyah tergolong tinggi(Ikhlas, 2018).

Tidak hanya itu, dengan kecerderasan beliau maka hal tersebut cukup memberi dampak signifikan pada kaum perempuan bahwa begitu banyak ruang-ruang bagi perempuan untuk bisa berkembang dan berperan tanpa harus meninggalkan kodratnya(Siti et al., 2023).

Kemudian tokoh muslimah indonesia kontemporer yang memiliki peran besar yakni siti walidah, istri daripada K.H Ahmad Dahlan. Beliau merupakan pendiri Aisyiyah, sebuah organisasi dan sarana dakwah kemuslimahan yang hingga kini telah memberikan begitu
banyak sumbangsih kepada muslimah.

Tentu saja bukan motivasi beliau mendirikan Aisyiyah bukan sekedar wadah bagi para perempuan untuk belajar agama islam, tapi juga secara luas memberikan tempat bagi perempuan untuk berkontribusi pada masyarakat luas. menurut Siti Walidah, Posisi wanita dianggap sangat penting dalam meneruskan generasi yang islami dan memiliki nilai strategis untuk keberlangsungan sebuah bangsa.

Tidak berhenti sampai di situ, di masa kini kita begitu banyak melihat bahwa
peran-peran sektoral bidang sosial kini tidak lepas dari sosok perempuan. Hal ini tidak bisa
dibendung maupun dikucilkan lagi karena dampak yang ditimbulkan tidak kalah signifikan
dibanding peran laki-laki. Dalam hal ini, sosok oki setiana dewi merupakan tokoh muslimah
yang bergerak di bidang dakwah sekaligus sosial(Taufiqi et al., n.d.).

Menempuh pendidikan islam hingga lintas benua, tentu sudah menjadi bukti konkrit bahwa sosok perempuan pun tidak dibatasi jarak dan waktu untuk menempuh pendidikan. Bahkan peran dakwah beliau di nusantara tentu memberi angin segar bagi masyarakat terkhusus kepada kaum perempuan, bahwa menjadi bukti untuk peran dakwah tidak hanya dipegang oleh sosok laki-laki, namun perempuan memiliki ruang juga dalam dunia dakwah dan sosok Oki telah membuktikannya di masa kini.

Selain itu, peran sosial Oki tidak bisa dipandang sebelah mata. beliau menjadi pendiri dan pimpinan Yayasan Maskanul Huffadz yang berpusat di Bintaro, Tangerang Selatan. Bersama para sahabatnya, Oki fokus mengurusi anak-anak Indonesia yang ditempatkan di delapan cabang Maskanul Huffadz yang memberikan beasiswa penuh selama satu tahun untuk menghafalkan Al Quran dan kembali mengajarkannya ke seluruh penjuru Indonesia.

Melihat dari ketiga contoh tokoh di atas, tentu peranan dari perempuan sejak dahulu tidak
bisa dianggap sebelah mata. Ruang lingkup perempuan tentu tidak hanya sebatas dalam
keluarga, namun pada momen tertentu dapat meluas sebagaimana ketiga contoh diatas.
Dalam dimensi sosial, tentu di masa kini masih didominasi oleh laki-laki. Hal ini dapat
terlihat dari sisi kuantitas massa laki-laki yang memegang peranan penting dalam masyarakat.

Di sisi lain, implikasi yang diberikan oleh perempuan juga tidak kalah meskipun secara
kuantitas sosok peran masih tergolong minor(Rodliyah, 2014). Melihat hal ini, tentu menjadi pemicu dan semangat bagi kaum perempuan untuk terlibat dalam peran besar dalam lingkungan sosial. Tidak hanya sebatas aspek-aspek minor yang bersifat suport, namun juga pada bagian-bagian penting yang tentu bisa memberi dampak positif yang lebih baik lagi tanpa mendiskreditkan peran dari laki-laki. Lini sosial kini sudah mulai bergeser, dan faktor gender bukan lagi sebuah hal mutlak yang bisa diperdebatkan.

Fakta yang saat ini terlihat, perempuan memiliki porsi peran yang jauh lebih besar di bidang sosial. Hal ini sedikit banyaknya telah dimanfaatkan dengan begitu positif sehingga dampak yang muncul dapat dirasakan. Namun tidak bisa dipungkiri, sisi-sisi seorang perempuan tetaplah dapat mempengaruhi perannya dalam ruang lingkup sosial.

Setidaknya dari penulis terdapat 2 hal yang bisa dijadikan oleh kaum perempuan apabila
ingin berkontribusi dalam lingkup sosial di masyarakat:
1. Amanah. Ini mencangkup peran perempuan dalam amanah kepada keluarga (suami)
yang utama, serta amanah dalam lingkungan masyarakat
2. Cerdas secara emosional sehingga perempuan dapat memunculkan kebijaksanaan.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru