23.5 C
East Kalimantan
Sabtu, 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengurus PWGT: Gereja Harus Hadir Mendampingi Pertumbuhan Remaja

Sangatta – Sebanyak 60 remaja Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Jemaat Elim Sangatta mengikuti kegiatan Bina Sambut di Pantai Teluk Lombok, Kutai Timur. Kegiatan ini bertujuan membekali para remaja dengan pemahaman tentang karakter, permasalahan khas remaja, serta penguatan iman.

Dalam sesi pembekalan, peserta mendapatkan materi utama bertajuk “Mengenal Diri dan Karakter Remaja” yang disampaikan oleh Yuliana Kalalembang, seorang pemimpin perempuan gereja yang juga menjabat sebagai Pengurus Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Kutai Timur serta Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kudungga Sangatta.

Yuliana menjelaskan secara mendalam mengenai definisi remaja sebagai masa transisi penuh gejolak emosional, pencarian identitas, serta pengaruh kuat lingkungan dan media sosial. Ia juga mengupas berbagai karakteristik remaja, seperti pertumbuhan fisik dan seksual, perkembangan kognitif, serta sensitivitas terhadap kelompok sebaya.

Ia juga memetakan permasalahan remaja modern, mulai dari krisis identitas, tekanan akademis, perundungan, kecanduan gawai, hingga gangguan kesehatan mental.

“Remaja harus belajar mengenali dirinya terlebih dahulu sebelum mampu berkontribusi bagi masyarakat. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arah. Gereja harus hadir, mendampingi,” kata Yuliana.

Ketua Majelis Jemaat Elim Sangatta, Pendeta Yohanis Sabang, menekankan bahwa iman yang kokoh dan karakter yang kuat menjadi fondasi penting bagi generasi muda gereja dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

“Remaja adalah tulang punggung gereja masa depan. Mereka harus mengenal diri, memiliki karakter Kristiani, dan mampu menolak arus negatif dunia,” ujarnya penuh semangat.

Rangkaian kegiatan selama dua hari dirancang padat namun menyentuh seluruh aspek pembinaan remaja meliputi spiritualitas, psikologi perkembangan, dan penguatan organisasi.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada nilai-nilai spiritual dengan meneladani karakter Kristus, seperti kasih, kesabaran, kerendahan hati, keadilan, pengampunan, dan kesetiaan. Materi ini menjadi pondasi penting untuk membangun remaja yang tegar secara mental dan rohani, serta siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru