MUARA ANCALONG – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berpesan tiga hal dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang harus difokuskan Koperasi Perkebunan Rukmana Sari untuk ikut membangun desa di Desa Senyiur, Muara Ancalong, Kutim. Pertama, pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kedua penguatan koperasi dengan struktur ekonomi berbasis komunitas.
Selanjutnya, fokus yang ketiga adalah perbaikan infrastruktur jalan poros antara Desa Kelinjau dan Senyiur. Jalan sepanjang lebih dari 20 kilometer itu selama ini menjadi urat nadi distribusi hasil kebun dan akses utama ke pusat kecamatan.
“Kami sudah anggarkan lewat skema tahun jamak hingga 2028. Jalan ini penting bukan hanya untuk mobilitas, tapi juga untuk harga hasil tani agar tidak ditekan oleh biaya angkut,” kata dia.
Proyek ini, menurutnya, tidak bisa ditunda. Jalan rusak berarti waktu tempuh berlipat, biaya logistik membengkak, dan hasil pertanian warga tak kompetitif di pasar. Perbaikan jalan ini merupakan komitmen jangka panjang Pemkab Kutim untuk menjamin konektivitas desa-desa produktif di wilayah hulu.
Terkait dua fokus lainnya, dalam konteks pemberdayaan SDM, Ardiansyah menekankan soal optimalisasi tenaga kerja lokal dalam aktivitas ekonomi desa. Ia menyebutkan bahwa perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Senyiur wajib mengutamakan penduduk setempat sebagai tenaga kerja. “Kita tidak boleh membiarkan warga hanya jadi penonton di tanahnya sendiri. Kalau ada investasi masuk, warga harus berdiri di garis depan sebagai pelaku,” tegasnya.
Dan yang tak kalah penting, penguatan koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia dengan struktur ekonomi berbasis komunitas. Ardiansyah menilai koperasi seperti Rukmana Sari bukan sekadar entitas usaha bersama, tetapi bagian dari jati diri bangsa yang menjunjung gotong royong dan kesetaraan.
“Koperasi itu cerminan nilai-nilai kita. Keadilan, musyawarah, dan solidaritas. Bukan hanya soal laba, tapi juga kebersamaan,” ucapnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)


