22.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah Kutai Timur Berpotensi Dukung Transisi Energi Nasional dengan Mengolah Limbah Sawit

SANGATTA — Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kutai Timur Arif Nur Wahyuni mengatakan Kutim memiliki areal perkebunan sawit yang sangat luas mendekati sejuta hektare. Ini berarti banyak potensi energi tersembunyi di dalam limbah cair (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang tidak hanya mampu menghasilkan listrik, tetapi juga mendukung agenda transisi energi nasional yang digariskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2025.

“Jika limbah cair ini tidak dikelola dengan baik, dampaknya besar terhadap atmosfer. Sementara pemerintah pusat kini membatasi energi fosil. Maka, masa depan adalah energi hijau, salah satunya biogas sawit,” kata dia.

Pemerintah Kutai Timur memang sedang mendorong pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi sumber energi terbarukan untuk mengaliri listrik di desa-desa yang belum mendapatkan layanan dasar kelistrikan. Kutim saat ini memiliki 141 desa, namun belum seluruhnya menikmati aliran listrik. Dari jumlah tersebut, 115 desa telah teraliri listrik PLN, tiga desa mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya, dan satu desa memanfaatkan tenaga hidro mikro. Artinya, masih ada 22 desa yang belum tersentuh layanan dasar kelistrikan.

“Untuk 22 desa yang belum teraliri listrik, Pemkab Kutim memfasilitasi skema kerja sama antara PLN dan perusahaan sawit dengan memanfaatkan kelebihan daya listrik dari limbah cair sawit yang diubah menjadi biogas,” kata Arif.

Arif menambahkan, emisi gas metana yang dilepaskan dari limbah sawit selama ini menjadi kontributor efek rumah kaca. Bila dikelola dengan teknologi biodigester, metana bisa ditangkap dan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru