
SANGATTA, Kaltimpop.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengakui adanya pemangkasan anggaran yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program di bidang kebudayaan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Padliyansyah.
Padli menjelaskan bahwa anggaran untuk kebudayaan sebenarnya telah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) awal. Namun, pos tersebut tidak luput dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah daerah.
“Di awal sudah masuk di anggaran murni, tapi setelah itu hilang, karena memang harus ada yang dikurangkan di efisiensi,” ujar Padli.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini memaksa seluruh jajaran di bidang kebudayaan untuk berhemat. “Termasuk bidang kami pun, ya mengencangkan ikat pinggang ini dengan sekuat tenaga ya kan,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Padli menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung kegiatan kebudayaan. Saat ini, sejumlah aktivitas lebih banyak dikelola secara mandiri oleh komunitas dan organisasi seni.
“Nah kegiatan-kegiatan lainnya, ya saya sekarang mencoba, mungkin kalau di Facebook-nya kebudayaan itu, ada beberapa hal ini kan sudah ada kegiatan saya laksanakan, seperti semangat mendongeng dan lain-lain. Itu semua terkelola semua, artinya dikelola oleh organisasi,” jelasnya.
Kendati tidak menggelontorkan dana, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim tetap memberikan dukungan non-keuangan. “Tapi saya backup saya bantu terus, menyiapkan fasilitas tempat untuk mereka tampil,” pungkas Padliyansyah.(Adv)


