20.1 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pariwisata Kukar Digenjot, Dispar Evaluasi dan Kembangkan Terobosan Baru

Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berbenah dalam pengelolaan destinasi wisata milik daerah. Lewat berbagai evaluasi dan pengembangan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan terobosan untuk mengubah wajah objek wisata plat merah agar lebih menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak hanya soal perbaikan fisik, upaya pembenahan juga diarahkan pada penciptaan konsep baru yang lebih segar dan terintegrasi dengan potensi lokal. Tujuannya bukan semata menaikkan angka kunjungan, tapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Objek wisata milik Pemkab Kukar yang menjadi fokus pembenahan antara lain Waduk Panji Sukarame, Planetarium, Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah Samboja, serta Tugu Khatulistiwa Santan Ulu atau Tugu Equator.

“Ini perlu keseriusan evaluasi, apa yang perlu dibenahi sehingga bisa mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara,” ujar Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto.

Ia mencontohkan Tugu Equator Santan Ulu sebagai kawasan yang memiliki potensi pengembangan multiperan. Selain menjadi ikon geografis, area ini bisa dimaksimalkan sebagai rest area terpadu yang menyediakan pusat kuliner, edukasi, hingga wisata berbasis alam. Namun sejauh ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal.

Hal serupa juga terjadi di Pulau Kumala. Proyek pembangunan waterboom yang digadang-gadang jadi daya tarik utama, dinilai masih belum optimal. Dispar Kukar tengah menggenjot pengembangan fasilitas ini agar ke depan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pengunjung.

Di sisi lain, Pantai Tanah Merah Samboja justru mulai menunjukkan hasil positif. Destinasi ini tercatat memiliki omzet yang cukup baik, berkat banyaknya kunjungan dari sekolah hingga berbagai komunitas dan organisasi.

“Kalau Pantai Tanah Merah Samboja itu sudah lumayan dari penghasilannya atau omzetnya. Banyak sekali kegiatan dan kunjungan dari sekolah dan organisasi,” tandas Arianto. (adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru