20.1 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musrenbang RKPD 2026 Kukar Jadi Langkah Awal Menuju Visi 2045, Fokus pada Pemerataan dan Kelembagaan

Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menandai tahun 2026 sebagai titik awal strategis untuk merealisasikan visi besar daerah menuju tahun 2045.

Hal ini ditegaskan Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Ing Martadipura, Bappeda Kukar, Selasa (22/4/2025).

Dalam forum perencanaan tahunan ini, Edi menyampaikan berbagai masukan masyarakat telah terintegrasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Isu-isu seperti konektivitas antar wilayah, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, hingga penyediaan fasilitas ramah disabilitas telah menjadi bagian dari prioritas rencana kerja tahun mendatang.

“Beberapa yang disampaikan tadi seperti konektivitas antar desa, program pertanian dan pangan, serta fasilitas disabilitas, semuanya menjadi perhatian dan sebagian besar sudah masuk ke dalam rencana,” ungkap Edi.

Musrenbang kali ini juga dihadiri perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur(Pemprov Kaltim), yang turut memberikan arahan mengenai sinergi kebijakan pembangunan antara tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Edi menilai, forum lanjutan seperti diskusi tematik sangat penting untuk mempertajam skala prioritas berdasarkan realitas lapangan.

“Nanti ada diskusi tematiknya untuk mempertajam lagi beberapa prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai panduan utama, Pemkab Kukar telah menetapkan visi pembangunan jangka panjang melalui Perda Nomor 16 Tahun 2024. Visi tersebut menargetkan Kukar menjadi daerah maju, tangguh, dan berkelanjutan pada 2045. Dalam jangka menengah, perencanaan ini dituangkan ke dalam RPJMD 2025–2029 yang mulai dijalankan pada tahun 2026.

Tema pembangunan Kukar pada tahun 2026 mengangkat fokus pada “Penataan Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pemerataan Infrastruktur Pembangunan yang Berkelanjutan.” Tema ini dipilih sebagai fondasi awal dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Edi pun mengingatkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam setiap tahapan perencanaan.

“Kita bangun pola kerja kemitraan bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru