19.5 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hasara Ungkap Besarnya Proyek Drainase dan Pelabuhan dalam Pembacaan Nota Kesepakatan Multi Years

Kutai Timur, Kaltimpop.com — Plt. Sekretaris DPRD Kutai Timur, Hasara, mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2026–2027 dalam pembacaan nota kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. “Dua sektor utama yang mendapatkan alokasi terbesar adalah Sumber Daya Air dan Perhubungan, dengan total anggaran mencapai Rp290 miliar,” Jelasnya.

Dari jumlah tersebut, Rp140 miliar difokuskan pada pembangunan dan peningkatan jaringan drainase di beberapa wilayah rawan banjir. Hasara merinci bahwa ada tiga proyek besar drainase yang akan dilaksanakan di Kecamatan Sangatta Utara dan Bengalon.

”Proyek itu meliputi peningkatan drainase Jalan Kabo Jaya, pembangunan drainase di Desa Sepaso, serta peningkatan jaringan drainase di ruas Yos Sudarso–Gajah Mada yang selama ini menjadi titik genangan di kawasan perkotaan,” Katanya.

Hasara menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap masalah banjir yang tiap tahun menghantui wilayah-wilayah padat penduduk. Pemerintah dan DPRD sepakat bahwa pengendalian banjir harus menjadi prioritas mengingat dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Sementara itu, sektor perhubungan juga memperoleh porsi besar dengan alokasi Rp150 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Umum Kenyamukan. Menurut Hasara, proyek ini memiliki arti penting bagi peningkatan distribusi logistik, akses perdagangan, dan konektivitas laut Kutai Timur di masa depan. Melalui skema MYC, pemerintah optimis pembangunan pelabuhan dapat terselesaikan dalam dua tahun anggaran.

Ia menambahkan bahwa pembacaan nota kesepakatan ini bukan hanya formalitas, melainkan bentuk transparansi kepada publik. Dengan besarnya dana yang dikelola, DPRD menekankan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas agar seluruh proyek berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pemaparan Hasara memberikan gambaran jelas bahwa pembangunan Kutai Timur pada 2026–2027 tidak hanya berorientasi pada infrastruktur darat, tetapi juga pada mitigasi banjir dan penguatan jalur logistik yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru