19.6 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fungsi Ambulans di Samarinda Perlu Ditingkatkan, Ismail Latisi Soroti Penanganan Darurat

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ahmad Latisi, menyoroti perlunya peningkatan fungsi ambulans di rumah sakit dan puskesmas. Ia menekankan bahwa ambulans seharusnya bukan hanya alat transportasi pasien, tetapi juga sarana penanganan darurat yang dilengkapi dengan tenaga medis dan peralatan yang memadai.

“Ambulans harus lebih dari sekadar kendaraan antar-jemput pasien. Keberadaan dokter atau perawat jaga dalam ambulans sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien, terutama dalam situasi kritis,” ujar Latisi dalam sebuah wawancara. Menurutnya, keterlambatan dalam memberikan pertolongan pertama dapat berakibat fatal bagi pasien dalam kondisi darurat.

Salah satu contoh nyata adalah insiden yang terjadi pada 2024 di Batu Cermin. Seorang pasien dalam kondisi kritis harus menunggu ambulans dari kota karena puskesmas setempat tidak memiliki fasilitas memadai. Penundaan tersebut memperburuk kondisi pasien, yang akhirnya berujung pada dampak serius. “Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Waktu adalah faktor krusial dalam keadaan darurat,” tambahnya.

Dukungan terhadap usulan ini juga datang dari tenaga medis. Ismail, seorang dokter di rumah sakit Samarinda, menegaskan bahwa kehadiran tenaga kesehatan dalam ambulans dapat menyelamatkan banyak nyawa, terutama dalam kasus seperti serangan jantung atau kecelakaan lalu lintas. “Banyak pasien yang kondisinya memburuk di perjalanan karena tidak ada intervensi medis yang memadai. Ini harus menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, peningkatan fungsi ambulans membutuhkan dukungan pemerintah daerah, baik dalam bentuk regulasi maupun penganggaran. Beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan sistem “ambulans gawat darurat” yang dilengkapi dengan alat medis canggih serta tenaga kesehatan yang siap menangani pasien dalam perjalanan. Samarinda diharapkan bisa mengikuti langkah ini guna meningkatkan layanan kesehatan bagi warganya.

Kesadaran akan pentingnya peran ambulans sebagai unit penanganan darurat kini semakin meningkat. Dengan adanya tekanan dari berbagai pihak, pemerintah dan rumah sakit diharapkan segera mengambil langkah konkret. Keselamatan pasien dalam kondisi kritis tidak boleh hanya bergantung pada kecepatan ambulans menuju rumah sakit, tetapi juga kesiapan tenaga medis di dalamnya. (*)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru