22.5 C
East Kalimantan
Selasa, 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Drama Tolak Angin di DPRD Kutim: Protes Faizal Rachman Soal Pergantian Ketua Panja Sengketa Lahan

Sangatta,– Aksi tak biasa terjadi di Gedung DPRD Kutai Timur, Rabu (16/04/2024). Anggota Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP), Faizal Rachman, menyerahkan dua bungkus obat tolak angin kepada Ketua DPRD Kutim, Jimmy. Aksi ini jadi simbol kekecewaannya atas dugaan pergantian Ketua Panitia Kerja (Panja) sengketa lahan tanpa konfirmasi.

Panja tersebut dibentuk untuk menangani persoalan lahan antara Kelompok Tani Nila Lestari dengan PT Eqoalindo Makmur Alam Sejahtera (PT EMAS) di Kecamatan Telen. Faizal menganggap langkah Jimmy, politisi dari PKS, mencederai semangat kepemimpinan kolektif di parlemen.

“Kepemimpinan DPRD itu kolektif-kolegial, bukan absolut di tangan ketua. Ada ketua komisi, ada ketua fraksi—semua harus diajak diskusi,” ujar Faizal di hadapan wartawan.

Terkait tolak angin, Faizal menyebut itu sebagai sindiran simbolik.

“Cuaca lagi buruk, ketua kita mungkin masuk angin. Saya bawakan tolak angin supaya beliau bisa lebih fokus menyelesaikan persoalan masyarakat.”

Faizal menjelaskan, Panja yang diketuai oleh Ketua Komisi B, Muhammad Ali, sempat dibentuk dan sudah dirancang untuk melakukan kunjungan lapangan. Namun, secara mengejutkan, Muhammad Ali mengundurkan diri karena merasa tidak dilibatkan dalam proses pergantian Ketua Panja.

“Saya sebagai Sekretaris Panja pun tidak tahu-menahu soal pergantian itu. Ini pertama kalinya sejak saya jadi anggota DPRD, ada perubahan struktur Panja di tengah jalan tanpa konfirmasi,” tegas Faizal.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penggantian tersebut menimbulkan penolakan dari Kelompok Tani Nila Lestari. Salah satu alasannya: ketua Panja yang baru disebut memiliki hubungan keluarga dengan pihak perusahaan, serta bukan berasal dari Komisi B—komisi yang seharusnya menangani urusan pertanian dan kehutanan.


Ketua DPRD Kutim Klarifikasi: Belum Ada SK Panja

Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPRD Jimmy membantah tudingan adanya pergantian sepihak. Ia menyatakan bahwa hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan Panja. Kegiatan yang berlangsung, menurutnya, hanyalah kunjungan kerja Komisi B.

“Kalau Ketua Panja adalah Ketua Komisi B, maka tak perlu bentuk Panja—langsung saja kerja komisi,” jelas Jimmy.

Jimmy juga membenarkan bahwa ia sempat menandatangani surat tugas Panja, namun kemudian menyadari bahwa surat itu seharusnya tidak dikeluarkan tanpa SK pendukung.

“Saya akui itu kelalaian. Surat itu sudah saya batalkan. Dan saya masih menunggu usulan nama-nama struktur Panja dari Komisi B,” ungkapnya.

Merespons aksi “tolak angin” dari Faizal, Jimmy melontarkan pernyataan sarkastik.

“Yang masuk angin sebenarnya siapa? Harusnya yang merasa masuk angin itu yang minum. Salah alamat obatnya,” kata Jimmy.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru