Sangatta – Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami dari Fraksi NasDem, menyampaikan sikap terbuka dalam menanggapi tuntutan massa aksi yang digelar di Gedung DPRD Kutim, Selasa (02/09). Menurutnya, berbagai persoalan yang disuarakan warga adalah isu penting yang harus mendapat perhatian serius pemerintah dan DPRD.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar DPRD Kabupaten Kutai Timur, izinkan saya menyampaikan bahwa kami mendengar, memahami, dan siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan kawan-kawan hari ini. Semua demi kebaikan rakyat Kutai Timur,” ujar Prayunita saat diwawancarai seusai menemui peserta aksi.
Massa aksi menyoroti lima isu utama yakni maraknya pelecehan seksual yang dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah; keberadaan perusahaan kategori kartu hitam dan kartu merah yang masih beroperasi; lemahnya implementasi Perda No. 10 Tahun 2012 tentang penggunaan jalan negara oleh perusahaan; permasalahan kendaraan liar, kendaraan berat, serta parkir liar yang belum ditangani tegas oleh Dishub; serta soal pendidikan, di mana dana pendidikan dinilai lebih banyak digunakan untuk kegiatan seremonial dan praktik zonasi yang dianggap memberatkan siswa baru.
Menanggapi hal tersebut, Pryunita mengimbau seluruh anggota dewan agar dapat bersama-sama mengawal isu dan masukan dari selurus peserta aksi hari ini. “Kita wajib mendengar, merasakan, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kutim memiliki kewajiban moral untuk mengawal tuntutan rakyat hingga benar-benar mendapatkan solusi. “Kita upayakan dan kawal seluruh aspirasi ini untuk dibawa ke forum resmi dewan dan dibahas bersama pemerintah daerah. Kita tidak boleh menutup mata terhadap keresahan rakyat,” pungkasnya.


