
Kutai Timur, Kaltimpop.com — Ketua DPC Gerindra Kutai Timur meminta pemerintah daerah tidak tergesa-gesa dalam menetapkan usulan multiyears senilai Rp2,19 triliun untuk 32 paket pekerjaan. Menurutnya, pemerintah harus terlebih dahulu menyiapkan justifikasi menyeluruh sebelum meminta persetujuan DPRD.
“Ini kan baru sebatas usulan dari mereka,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memaparkan rencana proyek yang mencakup pembangunan jalan dan jembatan, bangunan, irigasi penanganan banjir, serta lanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan sisi darat. Seluruhnya akan dilaksanakan pada 2026–2028.
“Kemudian pemerintah menjelaskan manfaat jangka panjang dari paket-paket ini. Tentu pemerintah punya dasar pertimbangannya,” jelasnya.
Namun ia mengingatkan bahwa DPRD tidak boleh hanya menerima penjelasan verbal. Semua harus dituangkan secara administrasi, termasuk analisis kemampuan keuangan daerah.
“APBD kita tahun depan hanya 4,867. Jadi semua harus penuh kehati-hatian,” tegasnya.
Ia juga menilai pentingnya verifikasi terkait proyek-proyek yang diklaim pemerintah sudah masuk skema tahun tunggal. Termasuk kasus Jembatan Telen yang disebut akan mendapat porsi pengerjaan pada tahun depan.
Pihaknya menegaskan bahwa skema multiyears harus didasarkan pada regulasi, bukan sekadar kebutuhan politik atau dorongan percepatan.
Dirinya menyebut bahwa multiyears harus dilandasi perhitungan teknis yang akurat, perencanaan terukur, serta kejelasan manfaat bagi masyarakat. Karena multiyears mengikat anggaran daerah selama tiga tahun sekaligus, sehingga salah perhitungan akan berdampak panjang.
Usulan 32 paket kegiatan itu mencakup infrastruktur jalan–jembatan, fasilitas bangunan publik, irigasi penanganan banjir, dan lanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD memberikan masukan dalam pertemuan. Banyak yang mengusulkan program-program yang belum tertampung dalam daftar multiyears.
Namun ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengulang kesalahan perencanaan sebelumnya. “Jangan sampai nanti kata orang cuma janji,” tegasnya.
dr. novel menambahkan bahwa kemampuan APBD yang hanya 4,867 triliun juga harus menjadi pertimbangan penting dalam menyusun daftar proyek multiyears.(Adv)


