20.4 C
East Kalimantan
Kamis, 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Kutim Ingatkan Pemerintah Tak Bergantung pada Tambang dan Perkebunan

Sangatta, Kaltimpop.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Yulianus Palangiran, mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lagi bergantung pada sektor tambang dan perkebunan sebagai sumber utama pendapatan. Ia menilai, Kutim perlu segera beralih ke penguatan ekonomi rakyat melalui pertanian dan ketahanan pangan.

Menurut Yulianus, kedua sektor itu bersifat sementara karena bergantung pada sumber daya alam yang dapat habis sewaktu-waktu. “Sekarang memang banyak tambang dan perkebunan. Tapi nanti habis kontrak, mereka pergi, meninggalkan daerah kita dalam keadaan kosong,” ujarnya.

Ia menilai, pemerintah perlu menyiapkan strategi yang matang dan berkelanjutan agar ketahanan pangan bisa menjadi penopang utama perekonomian daerah. “Harus ada strategi sejak dini, jangan sampai kita terlambat,” tegasnya.

Politisi Komisi D ini menambahkan, penguatan ekonomi rakyat berbasis pertanian akan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan tahan terhadap guncangan ekonomi.

“Kalau kita punya pertanian kuat, kita tidak akan takut meski tambang berhenti beroperasi,” katanya.

Menurutnya, banyak desa di Kutim memiliki potensi pertanian yang besar, namun belum tergarap maksimal karena kurangnya dukungan dari pemerintah. Padahal, jika diberi pembinaan dan akses permodalan, petani lokal bisa menjadi motor ekonomi baru daerah.

“Kalau dibiarkan, kita akan terus bergantung pada sektor tambang. Padahal tambang dan perkebunan itu tidak abadi,” tegasnya.

Pihaknyamengingatkan bahwa tambang dan perkebunan memiliki kontrak terbatas. Setelah kontrak selesai, investor sering kali meninggalkan daerah tanpa memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain itu, Yulianus juga mendorong agar pemerintah lebih banyak melakukan pendekatan langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi riil di lapangan. Menurutnya, langkah jemput bola penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.

“Kita ingin pemerintah hadir langsung, bukan hanya membuat program di atas kertas,” tandasnya.

Ia menegaskan, masa depan Kutai Timur harus dibangun di atas fondasi ekonomi rakyat yang kuat, bukan pada sumber daya yang habis dipakai.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru