19.6 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPPKB Kutim Berdayakan Lansia Lewat Program Sekolah Lansia

SANGATTA – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur Achmad Junaidi mengatakan program Sekolah Lansia menjadi jawaban untuk memberdayakan kelompok usia 40 tahun ke atas. Program Sekolah Lansia ini akan meningkatkan kualitas hidup warga Kutim.

“Penduduk Kutim akan dikatakan berkualitas jika tidak ada yang menganggur atau mengalami stres, dan Sekolah Lansia dirancang untuk memastikan para lansia merasa bangga dan bahagia di usia mereka,” ujarnya dalam wwancara beberapa waktu lalu.

Junaidi memaparkan, pelaksanaan Sekolah Lansia merupakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, memanfaatkan lembaga non-formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga kursus/pelatihan. Para guru dan pamong bertindak sebagai pelatih, bahkan memanfaatkan alat-alat laboratorium yang ada untuk memberdayakan keterampilan peserta. Diharapkan setelah lulus, para lansia ini dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki.

“Karena ketiadaan aktivitas seringkali menjadi masalah utama. Program yang berlangsung selama setahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti senam, kesenian, dan pelatihan keterampilan yang diakhiri dengan proses wisuda,” kata dia.

Selain agenda untuk warga lansia, DPPKB juga fokus menggarap upaya pencegahan stunting dari hulu. Pemerintah daerah menargetkan penurunan kasus keluarga berisiko stunting dari 19.000 menjadi 11.000.

“Sesuai target dalam Peraturan Bupati. Saat ini, angka prevalensi stunting Kutim berada di angka 26 persen, dan DPPKB menargetkan penurunan hingga 24 persen atau bahkan lebih,” kata dia dalam wawancara beberapa waktu lalu.

Junaidi menambahkan, ada dua kecamatan yang diidentifikasi sebagai penyumbang terbesar angka keluarga berisiko stunting yaitu Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Bengalon.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur saat ini memegang dua program krusial yang saling mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program-program tersebut berfokus pada pemberdayaan kelompok lanjut usia (lansia) dan percepatan penurunan angka keluarga berisiko stunting di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru