Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi, menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.
Pihaknya menjelaskan, untuk mencapai swasembada beras, Kutai Timur membutuhkan lahan sawah seluas 10.000 hektare. Dengan asumsi konsumsi beras 114 kg per kapita per tahun, dan dua kali masa tanam dengan produktivitas minimal 4 ton per hektare, Kutai Timur dinilai mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
“Saat ini produktivitas padi kita rata-rata sudah 4,8 ton per hektare. Namun, masih ada lahan yang hanya bisa ditanam setahun sekali karena keterbatasan air,” ujarnya.
Meski demikian, ada daerah yang sudah menunjukkan hasil panen yang lebih tinggi. Salah satunya Miau Baru, yang dalam panen terakhir mencatat hasil antara 5,8 hingga 6,3 ton per hektare.
“Paling rendah 5,8 ton per hektare, yang paling tinggi 6,3 ton per hektare, itu hasil panen terakhir di Miau Baru,” tambahnya.
Salah satu langkah utama yang diambil pemerintah adalah penggunaan benih unggul. Dyah mengungkapkan bahwa selama ini banyak petani masih menggunakan benih yang telah berulang kali ditanam hingga generasi F6, F7, bahkan F15, yang menyebabkan penurunan produktivitas.
“Benih yang sudah ditanam berkali-kali menyebabkan hasil panen hanya sekitar 3,8 hingga 4,5 ton per hektare,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mulai memberikan benih unggul kepada para petani di Kutai Timur. Diharapkan, dengan perbaikan kualitas benih, produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan Kutai Timur bisa mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.
Selain penyediaan benih unggul, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi pertanian modern, peningkatan infrastruktur irigasi, serta pendampingan intensif bagi para petani.
“Dengan langkah-langkah ini, kita optimistis Kutai Timur bisa menjadi daerah yang mandiri dalam produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Dyah.


