19.7 C
East Kalimantan
Jumat, 17 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLH Kutim Keluhkan Pemotongan Anggaran, Siapkan Renja Pembanding untuk Rapat Lanjutan dengan Komisi C

Kutai Timur, Kaltimpop.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali bersiap melakukan rapat lanjutan dengan Komisi C DPRD Kutim setelah adanya keluhan terkait pemotongan anggaran yang cukup signifikan pada tahun anggaran 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala DLH Kutim, Andi Pasalinge, usai mengikuti hearing bersama para legislator.

“Nanti minggu depan kami akan ada rapat lanjutan dengan Komisi C lagi,” kata Andi.

Ia menjelaskan bahwa dalam hearing sebelumnya, Komisi C meminta DLH untuk menyiapkan Rencana Kerja Pembanding (Renja Pembanding) sebagai dasar pertimbangan untuk mengevaluasi kembali besaran anggaran yang telah ditetapkan. Dokumen tersebut dianggap penting agar kebutuhan riil di lapangan dapat terlihat lebih jelas, sehingga memungkinkan adanya penyesuaian anggaran bila dinilai mendesak.

“Makanya anggota DPR suruh bikin renja pembanding supaya bisa agak ditingkatkan, kurang kali ada bantuan. Kami akan susun sesuai apa yang kita butuhkan,” ujarnya.

Andi sebelumnya mengungkapkan bahwa anggaran operasional DLH tahun ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2025. Dari total anggaran sekitar Rp2 miliar, DLH harus membagi kebutuhan untuk empat bidang utama, yakni pengelolaan lingkungan, pembinaan, persampahan, dan pengawasan.

“Per bidang itu bisa dapat sekitar 500 juta, dibagi empat bidang. Untuk pengelolaan, pembinaan, dan persampahan itu jelas kurang,” tegasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beberapa program prioritas, terutama pengelolaan sampah dan kegiatan pembinaan masyarakat terkait kebersihan lingkungan, memerlukan anggaran operasional yang besar. Kekurangan dana dinilai dapat berdampak pada efektivitas pelaksanaan program, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Meski begitu, Andi menyampaikan apresiasi terhadap respons Komisi C yang disebut memahami kondisi lapangan. Para legislator menilai perlunya diskusi lanjutan untuk memastikan penganggaran urusan lingkungan dapat berjalan lebih maksimal.

“Tanggapan dari Komisi C bagus, mereka juga paham dengan kondisi kita di lapangan,” ucapnya.

Rapat lanjutan pekan depan diharapkan menjadi momentum untuk menyelaraskan kebutuhan DLH dengan kemampuan anggaran daerah, sekaligus mencari solusi bersama agar program-program lingkungan tetap berjalan maksimal demi keberlanjutan pembangunan Kutai Timur.(Adv)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru