Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai bahwa pembangunan tahap pertama Pasar Pagi di Jalan Jenderal Sudirman berjalan cepat meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia optimistis pasar modern ini dapat segera digunakan oleh para pedagang dan menjadi ikon baru kota.
Menurut Deni, sebagian besar pekerjaan fisik telah rampung, namun masih ada beberapa fasilitas pendukung yang perlu diselesaikan. “Kini sebagian besar bangunan fisik sudah selesai. Sekarang yang tersisa hanya pembagian tempat untuk para pedagang,” ujarnya. Eskalator, lift, dan pemisahan area pedagang masih dalam tahap pemasangan sebelum pasar dapat beroperasi sepenuhnya.
Namun, proyek ini tidak lepas dari kendala. Salah satu tantangan utama adalah keberatan dari 38 pemilik ruko yang menolak menyerahkan lahan mereka, sehingga desain pasar harus diubah. Selain itu, aliran air yang melintasi area bawah pasar juga menjadi faktor yang memperlambat konstruksi. Meski demikian, Pemerintah Kota Samarinda menargetkan pembangunan fisik akan selesai pada pertengahan 2025.
Dengan konsep semi-modern dan sistem yang lebih terstruktur, Pasar Pagi yang baru diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. “Pasar Pagi yang lama dikenal dengan kondisi yang kurang baik, panas, kumuh, dan sering terjadi aksi pencopetan. Dengan pasar yang baru ini, kami berharap masyarakat akan lebih tertarik berbelanja di sana,” kata Deni.
Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan fasilitas bagi pedagang dan pengunjung, tetapi juga sebagai langkah Pemkot Samarinda dalam menata kawasan perdagangan agar lebih tertib dan menarik. Ke depan, Pasar Pagi diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi baru yang lebih modern dan bersih, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.(Adv)


