
Kutai Timur, Kaltimpop.com – Program pemerataan listrik di Kabupaten Kutai Timur terus menjadi perhatian khusus Anggota DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung. Ia membeberkan bahwa masih ada desa-desa yang belum mendapatkan akses listrik memadai, meski sebagian besar wilayah telah terjangkau jaringan PLN.
Dalam laporannya, Akbar menyebut terdapat 139 desa dan 2 kelurahan di Kutim. Dari jumlah itu, masih ada desa yang belum menikmati listrik secara penuh. “Seperti yang saya laporkan, kita ada 139 desa 2 kelurahan. Hari ini kalau masuk 15 desa yang di APBN perubahan ini, itu tersisa 13 desa lagi,” jelasnya.
Akbar menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat modern. Tanpa listrik, pembangunan sektor lain seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan usaha ekonomi akan berjalan lambat. Karena itu, dirinya terus mendorong agar PLN dan pemerintah pusat mempercepat proses elektrifikasi desa.
“Itu tadi artinya kita selalu suarakan. Khususnya saya sebagai Ketua Fraksi PKS Timur. Saya terlalu kawal secara teknis di Kabag Sumber Daya Alam,” ujar Akbar.
Ia menambahkan bahwa elektrifikasi desa bukan hanya soal pemasangan jaringan, tetapi juga memastikan kapasitas daya mampu memenuhi kebutuhan warga. Dalam beberapa kasus, desa memang sudah teraliri listrik, tetapi kapasitasnya belum stabil sehingga perlu peningkatan.
Akbar berharap percepatan ini segera terealisasi agar Kutim dapat mencapai target 100 persen desa berlistrik. Menurutnya, penyediaan listrik merata akan membuka peluang ekonomi baru di desa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat pelayanan publik.
Dengan tersisanya 13 desa yang belum terjangkau, Akbar optimis penyelesaiannya dapat dicapai dalam waktu dekat jika koordinasi lintas pihak dapat berjalan konsisten.(Adv)


