RANTAU PULUNG – Kepala Desa Pulung Sari Suwoto memastikan kehadiran fasilitas baru di desanya akan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Tiga fasilitas publik itu adalah kantor desa, balai desa, dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Dengan kantor baru yang lebih luas dan fasilitas yang lengkap, pelayanan akan lebih cepat, nyaman, dan transparan,” ucapnya.
Tak berhenti sampai di situ, Suwoto juga menyampaikan usulan pembangunan lanjutan seperti pembangunan masjid dan pengadaan ambulans desa, sebagaimana sudah dimiliki beberapa desa lain di Rantau Pulung.
Camat Rantau Pulung Tristiningsih, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kolaborasi inilah yang akan mempercepat pembangunan berkelanjutan. Cara terbaik kita mensyukuri pembangunan ini adalah dengan memperkuat spiritualitas, salah satunya lewat tausiah oleh Hj. Kharisma Yogi Noviana dari Madiun,” jelasnya.
Dalam sambutannya saat meresmikan tiga fasilitas tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik hingga ke pelosok desa.
“Semoga gedung ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi pusat aktivitas warga yang bermanfaat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun Kutim. Kesadaran orang tua menyekolahkan anaknya wajib ditumbuhkembangkan. Pemerintah telah menetapkan usia pendidikan 13 tahun dimulai dari PAUD. Ia sempat menyinggung dua perguruan tinggi milik Kutim yaitu STIPER dan STAIS yang menurutnya masih lebih banyak diisi mahasiswa dari luar daerah.
“Sayang sekali, hanya 30 persen anak-anak Kutim yang mengisi tiap angkatan. Ini tantangan besar. Padahal kita punya Baznas yang sudah memfasilitasi 50 pelajar belajar ekonomi syariah gratis di Depok,” ujarnya.
Warga menyambut peresmian itu bukan sekadar seremoni. Sedari pagi, warga Desa Pulung Sari terutama ibu-ibu sibuk menyiapkan hidangan tradisional, sementara para tokoh masyarakat berdiri di tepi jalan menyambut kedatangan tamu Istimewa mereka yaitu bupati dan istri. (ADV/ProkopimKutim/KP)


