21.8 C
East Kalimantan
Minggu, 19 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cegah Risiko Dari Hulu, DPPKB Kutim Jalankan Program “Cap Jempol Stop Stunting”

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur akan melakukan langkah konkret dalam pencegahan risiko stunting melalui program “Cap Jempol Stop Stunting” atau Cara Pelayanan Jemput Bola Stop Stunting. Dengan cara ini tim akan turun langsung melakukan koordinasi dan konsultasi dengan sedikitnya 10 Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk PDAM, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, dan BAZNAS.

“Tim kami tidak menunggu. Kami akan jemput bola ke PD-PD terkait untuk membedah data, memastikan program intervensi tepat sasaran, dan setiap dinas memiliki peran sesuai rekomendasi hasil verifikasi,” kata Kepala Dinas DPPKB Kutim Achmad Junaidi.

Menurut Junaidi, Kecamatan Sangatta Utara menjadi fokus pembahasan karena memiliki jumlah keluarga berstatus berisiko stunting terbesar di antara seluruh kecamatan di Kutim.

“Kami sengaja mengambil lokus Sangatta Utara karena data menunjukkan angka keluarga berisiko stunting tertinggi berada di sini. Hasil verifikasi dan validasi terakhir nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh tim teknis,” ujarnya.

Hasil verifikasi data ini, kata dia, akan menjadi dasar bagi rapat lintas PD yang rencananya dipimpin oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Pertemuan itu akan membahas lebih lanjut bentuk intervensi dan pembiayaan program berdasarkan data keluarga berisiko.

Junaidi turut mengajak media untuk berperan aktif dalam mengawal validitas data di lapangan. “Kalau teman-teman media menemukan data yang kami sajikan tidak sesuai di lapangan, silakan cek langsung ke RT dan berikan masukan kepada petugas PLKB dan TPK. Karena kalau data tidak akurat, maka perencanaan pembangunan pun akan salah arah,” tegasnya.

Sesi penjelasan data teknis kemudian dipandu oleh tim dari DPPKB, yang menunjukkan langsung data hasil contreng per desa dan per kelurahan di Sangatta Utara. Para petugas PLKB juga diminta memahami kondisi wilayah binaannya agar pelaksanaan program intervensi di lapangan lebih efektif dan tepat sasaran. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru